22 Juni 2010

MAJALAH ISLAMIA Edisi Problem Kesetaraan Gender Dalam Studi Islam


Wacana Kesetaraan Gender akhir-akhir ini telah berkembang menjadi program social yang didesain secara akademik dan disosialisasikan secara politis. Salah satu usaha mereka adalah melalui Studi Islam yang sering kali menjadi pintu masuk mempermasalahkan nilai-nilai Islam, khususnya yang berkaitan dengan perempuan. Tidak dapat dipungkiri, studi gender dalam pemikiran barat memiliki berbagai motif yang sangat beragam dengan spectrum yang sangat lebar. Mulai dari yang ilmiyah, bahkan sampai yang berasaskan dendam sejarah yang akhirnya melahirkan bias dalam studi femenisme barat. Dalam hal ISLMIA sebagai Jurnal Pemikiran dan Peradaban Islam mengupas tuntas problematika Gender yang kiat menggeliat dikalangan masyarakat baik akademisi maupun masyarakat social.

Dapatkan MAJALAH ISLAMIA Edisi Problem Kesetaraan Gender Dalam Studi Islam.
Di CIOS (Centre for Islamic and Occidental Studies)
Cp : Elvan Syaputra (085267354065)(0352488220)

Baca Selengkapnya......

08 Mei 2010

Gejolak Krisis Financial


Penulis : A. Prasetyantoko
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Terbit : Oktober 2009
Judul : Krisis Finansial dalam perangkap Ekonomi Neoliberal

Akhir-akhir ini Dunia rajin dihebohkan dengan isu krisis financial global. Krisis yang dapat mempengaruhi hampir segala lini dari sector perekonomian Negara, khususnya Negara-negara berkembang. Puncak perekonomian Dunia serasa menemukan titik kelemahan ketika lembaga investasi terkemuka Lehaman Brothers, pada tahun 2008 mengalami kemunduran drastis terhadap sektor financialnya. Hal ini menunjukan bahwa bangunan kapitalisasi yang mereka bangun tidak dapat membentengi arus deras financial global, hingga akhirnya mengalami krisis yang berkelanjutan.
Karena itu, krisis financial yang terjadi saat ini bukanlah krisis yang pertama dalam perjalanan tatanan ekonomi dunia. Gejolak financial semakin intens mengikuti perkembangan zaman, sehingga tidak asing ketika gejala ini bermusim mengahantui perekonomian global. Dari abad keabad dan decade ke decade perekonomian selalu dibayangi oleh gerakan sector financial yang memiliki 3 gelombang besar yaitu Globalisasi, Liberalisasi dan Financialisasi.
Buku Krisis Financial Dalam Perangkap Ekonomi Neoliberal. A. Prasetyantoko yang berpropesi sebagai Penulis dan pemerhati ekonomi secara critual dan actual menyusun serpihan-serpihan perjalanan pristiwa financial global yang ditulis dalam artikel serta opini yang pernah terbit di Harian Kompas sepanjang 2004-2009.
A.Prasetyantoko, mencoba untuk menganalisa ulang sebab, akibat dan alur perjalananan runtuhnya tatanan financial global yang ditandai dengan krisis ekonomi berkelanjutan. Krisis pada dasarnya merupakan sebuah keniscayaan yang bercorak(neo)-Liberal. Menurut penulis arus liberaslisasi dalam bingkai global telah merasuki pola pikir masyarakat dalam memandang kehidupan berekonomi.
Untuk mengetahui bentangan pola siklus ekonomi yang diwarnai serangkaian krisis ekonomi dan instabilitas financial, penulis memulai ulasan dengan membawa pembaca untuk mengkaji ulang sebab akibat dari runtuhnya basis Produksi, yang mengakibatkan efek domino keruntuhan sector industri dan Denasionilisasi, yang dikenal dengan gerakan antiprivatisasi. A. Prasetyantoko menjelaskan bahwa gejala-gejala yang mengakibatkan runtuhnya basis produksi adalah; tidak adanya rancangan besar pengembangan Insdustri serta arah restrukturasi korporasi secara mikro, semuanya diarahkan pada tujuan jangka pendek yang pragmatis.
Selanjutnya, ia mengajak pembaca untuk menganalisa ulang perangka-perangkap neoliberal melalui buku Bernard Walleser yang berjudul L’economie Cognive (2000) yang mengkritik pendekatan ekonomi atas 2 ketimpangan: rasionalitas dan Keseimbangan kolektif. Tujuannya adalah untuk mengungkapan bahawasanya rasionalitas manusia bersifat terbatas(bounded rationality), karena itu, keseimbangan kolektif akan terjadi secara evolutif dan tidak tunggal(multiple equilibria).
Pada paparan selanjutnya, penulis mengangkat pembahasan terhadap instabilitas Finansial yang juga merupakan serangkaian pola siklus ekonomi. Disini dijelaskan mengenai hipotesis instabilitas financial dalam upaya penyelamatan terhadap bahaya melesetnya sector financial ditengah terpuruknya sector riil. Hal ini dimaksud agar dapat menganalisa strategi dalam penyelamatan instabilitas financial seperti yang dikemukakan Hyman Minsky(1919-1996) bahwasanya obat dari instabilitas ekonomi adalah kreatifitas(creative destruction)
Setelah mengetahui sebab akibat dan tipu muslihat neoliberal yang merasuki segala lini dan sector financial, pembaca diajak untuk masuk kedalam realita perekonomian yang dikemas dalam tema central Gelembong Perekonomian. Penulis mengungkap kejahatan fleksibelitas dalam tatanan ekonomi yang berorientasi kepada mobilitas tenaga kerja. Logika klasiknya, ketika ekonomi mulai bergerak, maka mobilitas tenaga kerja akan lebih banyak memiliki alternative peluang kerja. Realitanya untuk menyelesaikan masalah structural ekonomi, dosis fleksibelitas lebih dulu disuntikan pada sector ketenaga kerjaan. Yang mana mungkin saja masalahnya tidak terletak disana, dampaknya tidak signifikan. Jika begitu, sama saja dengan menyuntik mati dunia perburuhan.
Namun, deretan persoalan diatas pada dasarnya mencerminkan rajutan benang merah dari seluruh tulisan di buku ini yang merupakan kumpulan artikel serta opini harian Kompas. Gejolak, Instabilitas akan menjadi sesuatu yang permanen, tatkala perekonomian baik secara global, regional maupun domestic terus dikuasai oleh sector financial. Masalahnya ada 2 pertama, bagaimana melihat fundamental perekonomian dalam perjalananan panjang dimasa lalu. Kedua, bagaimana melihat potensi potensi masalah dan resiko perekonomian dimasa depan.

Baca Selengkapnya......

SMI Pionir Ekonomi Bangsa


Pasca mundurnya menteri keungan repoblik Indonesia semerbak heboh dan ricuh dikalangan public khususnya jajaran pemerintahan. Semua aspek angkat dagu ketika mendengar seorang pionir bangsa Indonesia ingin melaksakan hijrah meninggalkan kesemerautan Indonesia saat ini. Sri Mulyani yang dikenal sebagai intelektual ekonomi merupakan asset bangsa dinobatkan untuk menjadi salah satu anggota jajaran eselon di Bank Dunia yang konon menguasai hampir 74 Negara.
Sepak terjang Sri Mulyani dalam aspek Perekonomian menjadi sorotan khusus bagi perekonomian Dunia. Berawal dari penyelamatan fundamental ekonomi dalam segala sector dan langkah-langkah strategic yang dia lakukan dalam hal menyelamatkan sector ekonomi suatu Negara.
Pengunduran Sri Mulyani yang menjabat sebagai menteri Keungangan merupakan Pukulan telak bagi perekonomian Indonesia, secara eksplisit banyak perubahan dan penyegaran yang ia lakukan untuk dapat meningkatkan fundamental ekonomi Indonesia. Namun, tidak banyak mata yang menghargai jasa-jasa beliau, Sri Mulyani hanya dipandang secara sebelah mata oleh Politik Indonesia.
Politik Ekonomi Indonesia saat ini sedang mempertaruhkan seorang Pionir Ekonominya, mereka tidak sadar siapa yang mereka Kritik, siapa yang mereka permasalahkan dan siapa yang mereka gugat. Sangat tidak relevan bagi seorang yang dinobatkan sebagai pembangun fundamental ekonomi baru yang membawa kemaslahatan bagi Negara diacuhkan hingga hendak disingkirkan dari jabatannya.
Kasus PT Bumi contohnya, pasti ada alasan dan sebab ekonomi dalam penghentian berjalannya saham PT Bumi. SMI bersikeras untuk menstopkan saham-saham PT yang diprakarsai Oleh Aburizal Bakrie ini, karena ada alasan yang menyangkut kestabilan ekonomi Indonesia. Sri Mulyani mengedepankan kemaslahatan umum bagi Negara dan hal ini pun direspon negative oleh public.
Kinerja maksimal yang ia kerahkan, dan keputusan, serta kebijakan yang beliau keluarkan berdasarkan kesepakatan bersama mengenai dana talangan Bank Century dipermasalahkan oleh public. Secara politik kebijakan yang mereka lakukan sudah standar birokrasi Bank Indonesia, dan keputusan inipun diambil untuk kemaslahatan ekonomi Indonesia dalam penyelamatan internal bagi Bank Century. Hanya saja, kebijakan ini dikelirukan oleh aspek-aspek lain sehingga sipemulai kebijakanlah yang terkena imbasnya.
Sidang dan penyelidikan terus dilakukan hingga saat ini masih belum menemui titik terang dan penyelesaian yang final bagi kasus century. Saling memojokan antara individu semakin marak dikalangan praktisi ekonomi yang terkait.
“Sri Mulyani lah yang harus bertanggung jawab” ini kata public. Sebenarnya secara kasat hati saja. Apa bila anda ingin menolong seseorang yang ingin menemui ajalnya, apa yang anda lakukan? Anda diam berarti anda pasrah akan kematiannya dan apabila anda melakukan pemberian nafas buatan sedangkan itu membahayakan, apa yang anda lakukan? Apakah membiarkan anak, saudara dan kakaknya menangis karena kepergiannya dan apakah akan melakukan pertolongan dalam pemberian nafas yang itu membahayakan tapi dapat menolongnya untuk selamat?
Hal sederhana yang dilakukan, tapi dapat merubah masa depan seseorang adalah keputusan terbesar dalam hidup yang itu tidak akan dapat terlupakan jasa-jasanya. Sama halnya dengan keputusan Bailout Century yang dikeluarkan oleh SMI adalah penyelamatan bagi perkonomian Indonesia. Keputusan dalam kebijakan inilah yang menjadi sorotan public, memandang sebelah mata perkara yang tidak tahu menahu dan tidak merasakan ketika masa ketegangan yang dialami pada saat itu.
Peran dan sepak terjang serta penyelamatan sector ekonomi yang dilakukan Sri Mulyani seperti tidak dihargai oleh public, hingga akhirnya kekecewaan pasti akan muncul dalam diri seseorang terhadap apa yang ia lakukan selama ini. Namun terlepas dari permasalahan diatas, seorang Pionir ekonomi Indonesia akan dipinang oleh dunia dan ini adalah kebanggaan bagi Indonesia. Sepak terjangnya tercium oleh dunia hingga akhirnya memutuskan untuk memboyong anak negeri ini untuk dapat berperan aktif dikancah perekonomian dunia.
Dimanakah Indonesia? Akankah Indonesia rugi atas kepergiannya ataukah bersenag ria dengan mundurnya Sri Mulyani dari geliat Pemerintahan Indonesia.

Baca Selengkapnya......

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner


ShoutMix chat widget
Please enter your username and password to log in elvancyber page!


Widget edited by elvancyber

Bagaimanakah kesan anda terhadap elvancyber ?

The Cyber Of Cummunity

salam ukhuwah - elvancyber - 2008 - elvancyber