16 Juni 2009

Di ballik Ekspresi kelulusan


Tepat pada tanggal 15 Juni 2009, merupakan hari bersejarah bagi pelajar pribumi khususnya sekolah menengah keatas SMA. Senyum bangga bersambut rasa terharu akan kelulusan yang menjadi harapan mereka akhirnya berakhir sudah, penantian selama kurang lebih 3 tahun lamanya. Pengumuman hasil kelulusan siswa ini berjalan cukup dramatis dikarnakan cukup membuat tegang baik para guru maupun siswa siswinya. Disamping itu aparat kepolisian menjadi siap siaga akan hal yang akan terjadi setelah pengumuman, yaitu huru hara para pelajar yang dapat membuat keonaran, di beberapa titik rawan telah menjadi incaran aparat kepolisian.
Pengumuman yang dilakukan secara seksama antara seluruh SMA se-Jawa timur tahun lalu cukup membuat aparat kepolisian kewalahan, karena banyaknya huru hara yang tidak terkendali terjadi di berbagai tempat khusunya ruas jalan yang biasanya dipakai kendaraaan umum menjadi macet akibat ulah keonaran para pelajar. Tahun-tahun sebelmnya huru hara siswa siswi ini seakan menjadi tren pelajar ketika menghadapi kelulusan, kebut kebutan dijalan, konvoi, tidak memakai helm dan bahkan coret-coret
dijalan.
Untuk mengatasi itu semua AKBP SRI SETYO RAHAYU Kabag Bina Mitra Polwiltabes Surabaya mengatakan Polwiltabes Surabaya sudah mengirim telegram ke Polres masing-masing untuk melakukan penjagaan dan pemantauan. Dan juga mengirim himbauan kepada pihak sekolah untuk mewanti para siswa siswinya agar tidak mengekpresikan kelulusannya dengan hal hal yang negatif berlebihan. Pihak kepolisian dalam hal ini akan tetap memberikan sangsi kepada para pelajar yang melanggar, seperti yang dikemukakan AKBP Sri Setyo tidak ada dispensasi baik bagi pelajar maupun pihak yang membuat keonaran apabila nanti melanggar tetap akan dikenakan tuntutan pelanggaran, hal ini dikemukakan dengan tegas didepan para aparat kepolisian daerah Surabaya dan sekitarnya.

Dengan maraknya kerusuhan yang sengaja dibuat siswa, menimbulkan corak negatif bagi pelajar primbumi. Kelulusan yang seyogyanya diapresiasikan dengan kesyukuran yang positif, keberhasilan yang merupakan hidayah dari tuhan samata disambut dengan membuat kerusakan dan mudharat dimana mana. Apakah dengan melakukan tradisi seperti itu akan mendapatkan banyak manfaatnya ? apakah dengan seperti ini masyarakat akan bangga dengan kelulusan para pelajar ?, sekiranya sama sekali tidak karna orang yang ingin maju adalah merubah tradisi yang kurang baik kepada tradisi yang lebih baik bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Dan image masyarakat terbentuk pada kontstribusi pejalar yang diberikan untuk meraka, baik berupa pengajaran dan hal-hal positif yang dapat menjadi kaca perbandingan bagi mereka. Secara seksama hal ini perlu diperhatikan oleh para pelajar yang akan menghadapi kelulusan dan para pendidik yaitu guru yang haru terus membimbing dan mengarahkan siswa siswinya kepada hal yang positif, karena sebaik apapun hasil kelulusan yang dicapai apabila ahlak dan etikanya negatif akan tidak menghasilkan bibit unggul bagi diri sendiri masyarakat dan negara. Ekspresikan kelulusan dan rayakan kemenangan dengan berbuat kebaikan dan tidak menularkan kemudharatan, baik tidaknya ungul tidaknya benih yang dilahirkan dari dunia pendidikan dilihat dari etika dan estetika pelajar, semuanya akan baik apabila ahlak yang dididik tertata dengan baik. Baik dalam bermuammalah, baik dalam perbuatan maka itulah keberhasilan dan kelulusan yang real bagi seorang pelajar. Wallahu a’lam bissawab

Baca Selengkapnya......

14 Juni 2009

Pesan pedagang untuk CAPIN “Calon Pemimpin”


ketika kampanye pilpres indonesia 2009-2014 tepatnya pada tanggal 12 juni 2009, merupakan hari bersejarah bagi kota malang khususnya kios pedagang tempe di kecamatan belimbing malang. Malang merupakan bagian dari berbagai kota yang dijadikan sasaran untuk berkampanye, sosok calon pemimpin yang gagah berwibawa itu akrab disapa SBY. Dengan ramahnya SBY menyapa para pedagang kios seakan sudah akrab dan pernah ketemu sebelumnya, disambut senyum istri yang siap setia mendampingi SBY kemanapun beliau bertugas baik ketika menjadi ibu negara dan menjadi calon ibu negara generasi selanjutnya.
Berselang waktu berlalu dengan padatnya rentetan acara kampanye membuat waktu serasa singkat bagi para pedagang dan warga untuk bertemu calon pemimpin negara ini pada periode 2009-2014, banyak hal kiranya yang akan disampaikan para masyarakat khususnya pedagang sebagai pesan apabila SBY berhasil menginjakan kaki untuk kedua kalinya di istana negara sebagai pemimpin negara. Salah satunya yang dapat kita ambil dari keluhan mereka selama ini adalah kurangnya perhatian pemerintah terhadap usaha-usaha menengah kebawah yang semakin tertindas dengan sektor besar. Unit unit usaha berdiri dengan sangat susah dan seyogyanya bagi pemerintah untuk tau akan permasalahan para pedagang asongan baik yang bertempat maupun tidak bertempat..
Seirama dengan itu semua, para calon pemimpin ini dengan semangatnya mengaungkan visi dan misi sebagai tameng merubah indonesia kepada kemajuan, diantaranya hampir setiap calon mendeklarasikan masalah perekonomian. Rencana-rencana yang mereka canangkan sangat berilian hingga tak kuasa melihat harapan besar masyarakat agar tercapainya visi misi tersebut. Tetapi dilain sisi terdapat pula keluhan yang kontra terhadap berbagai visi dan misi capres bagi kemajuan negri ini. Pemsimis menyelimuti para pedangan asongan yang merasa bahwa sebesar apapun visi dan misi untuk merubah perekonomian tetapi tidak bisa merubah keadaan mereka, berbagai macam halangan dan keadaaan yang semeraut menjadikan mereka kebal akan program yang dicanagkan pemerintah hingga ada yang berkata “kalo bukan pemimpinnya yang turun berdagang seperti kita mana akan tahu apa yang kita rasakan”, teguran sekaligus tantangan yang diberikan rakyat pada calon pemimpin untuk merubah tatanan perekonomian yang lebih baik bukan hanya dalam sektor non real dan real saja tetapi perhatikan juga mikro yang menengah kebawah, sekilas mata memang tidak terlihat kesulitan yang mereka alami, karena kurangnya perhatian dari pemerintah sedikit demi sedikit akan mempengaruhi sektor perekonomian masyarakat.

Maka dari itu dengan berbagai visi dan misi para calon pemimpin seyogyanya dapat memayungi dan memberi perhatian kepada masyarakat pedagang menengah kebawah baik itu berupa materi dan motivasi , jangan hanya memerlukan suara dari mereka tapi berikanlah mereka hak untuk bersuara atas apa yang mereka rasakan dan doa untuk mereka sebagai tangga untuk menuju keberhasilan bagi mereka, masyarakat dan negara, bimbing terus meraka karna ada surga dimata meraka yang selalu membayangi dan menuntun kepada sebuah kemajuan “ Hidup Negriku Hidup Bangsaku”

Baca Selengkapnya......

19 Mei 2009

Figur Seorang Pemimpin


"Kesejahteraan Rakyat". Cita-cita besar para calon pemimpin bangsa. Selogan menggelora menyelimuti arena pemilihan wakil rakyat, perebutan singgasana tinggi Negara semakin spektakuler, arek arek partai berduyun-duyun menjunjung calon pemimpin dari kubu mereka. Fenomena ini ada dan terjadi diantara kita akankah lahir pemimpin yang sejati yang dinanti oleh rakyat, pemimpin yang sejatinya imam bagi rakyat, pemimpin yang siap melayani masyarakat tapi bukan pemimpin yang dilayani masyarakat. Bolehlah calon pemimpin berdalih dan berteriak perjuangan bagi rakyat, kesejahteraan bagi masyarakat tapi nyatanya perjuangan hanya dalam seluk menggapai kemenangan dalam pertempuran politik.

Figure seorang pemimpin sangat penting dan harus dimiliki oleh calon pemimpin tidak hanya dalam pemerintahan tetapi dalam segala hal. Dr.suyuti dan Imam Hambali pernah mendeklarasikan pemimpin yang ideal bagi masyarakat yaitu Pemimpin adalah orang yang menjadi imam dan panutan bagi rakyat, memberi petunjuk ke jalan yang benar kejalan kebaikan. Tidak hanya sebatas itu saja peran seorang pemimpin, pemimpin juga harus loyal dan memiliki dedikasi yang baik, baik bagi pemerintahan dan masyarakat khususnya.Dalam pemerintahan demokrasi, figure seorang pemimpin sedikit demi sedikit mulai dikucilkan, pemimpin yang baik dicari-cari kesalahannya bahkan tidak asing lagi seorang pemimpin dihina oleh rakyat. seorang pemimpin mulai tidak mempunyai harga diri dan wibawa, itu semua disebabkan oleh pemimpin itu sendiri yang menjual harga dirinya ketika mencalon menjadi seorang pemimpin. Menggumbarkan apa visi misi dan cita-cita yang berlebihan tanpa diiringi dengan kapabilitas segala sector hanya untuk dipilih dan diidolakan masyarakat.Sekarang banyak pemimpin yang membawa antek-antek kesejahteraan bagi masyarakat sedangkan probelamatika masyarakat saat ini adalah permasalahan kesejahteraan yang tidak terselaikan, yaitu titik kesejahteraan yang abadi bagi masyarakat belum terpenuhi. Apa sebenarnya yang membuat masyarakat dilema terhadap situasi dan keadaan sekarang ini. Apakah personal masyarakat sendiri atau khyalak yang diatas sana belum dapat menemukan penyebabnya dan solusi bagi permasalahan ini. Yang kita tahu sekarang hanya kejadian dan sekedar wacana yang dikeluarkan oleh oknum-okunum terselubung dalam kancah perekonomian khususnya.

Peran masyarakat bawah mulai dikucilkan para kaum borjuis saja yang disibukan dengan permasalahan masayarakat, sedangkan masyarakat bawah hanya diam dan menerima kenyataannya apabila masalah terselesaikan mereka ikut mengecapinya dan sebaliknya mereka dapat menjadi salah satu objek imbasan dari permasalahan yang ada selama ini. Bagaimana masyarakat bawah akan ikut andil, bagaimana benih-benih pejuang rankyat akan terekspresikan apabila kesempatan itu ditutup dan khusus bagi mereka yang mampu saja, itupun tidak cukup hanya mampu lahir dan batin tetapi mampu materi yang menjadi nomor satu. Sangat sederhana kiranya apabila masyarakat hendak mengikuti teladan Rosul dalam memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Hanya perlu pemimpin adil,amanah dan fathonah memposisikan dirinya sebagai pelayan masyarakat itu yang paling penting. Pelayan disini bukanlah sesuatu hinaan tetapi wujud dari kepedulian seorang pemimpin terhadap masyarakatnya. Itulah gambaran dari pelayanan yang diberikan oleh seorang pemimpin.

Sekilas meraba keadaan pemerintahan yang hangat akan pergantian struktur kepemerintahan orde selanjutnya. Yang diatas mencurahkan segala kemampuannya untuk dapat menjadi seorang pemimpin sedangkan dibawah mencoba mengikuti kemauan para pemimpin. Pernyataan yang berbalik arah muncul dari serangkaian situasi pemerintahan saat ini. Sebenarnya apa yang diinginkan para calon pemimpin, hartakah, kedudukankah, reputasikah, atau hanya unsure kesenangan semata.

Dalam Islam tidak diperkenankannya mendisplaykan diri untuk menjadi seorang pemimpin, mengumbar kemampuan didepat khyalat banyak. Pemimpin adalah orang yang cakap, berwibawa dan berani siap menjadi panutan dan siap memberikan apa yang dapat ia beriakan kepada masyarakat. Nyawapun dipertaruhkan bagi seorang pemimpin. Tetapi tidak sebatas itu saja masih banyak hal yang harus dimiliki seorang pemimpin. Pristiwa memamerkan diri kepada masyarakat, mencari perhatian masyarakat agar terpilih dipercaya orang banyak itu adalah suatu kebusukan dan tantangan berupa ancaman. Tidak layak bagi seorang pemimpin mendeklarasikan kehebatan dirinya didepan masyarakat itu hanya akan menimbulkan tantangan dan hinaan apabila tantangan tersebut hanya sekedar ocehan.

Kemanakah arah demokrasi pemerintahan ini akan dibawa oleh para pemimpin, akankah kesejahteraan sejati terpenuhi, apakah permasalahan masyarakat dapat terselesaikan dan apakah kemajuan Negara dapat diperjuangkan dan dipertahankan itu semua tergantung kepada calon-calon pemimpin dimasa yang akan datang. Hanya satu pedoman yang harus dimiliki seorang pemimpin yakni "pemimpin bukan hanya memimpin Negara tetapi juga menjadi imam bagi agama dan masyarakat"

Baca Selengkapnya......

Tren Budaya Penggalangan Dana


Pada saat matahari siang mencekam dan debu-debu beterbangan hari itu hari kamis 14 Mei 2009. miris kuberpikir sejenak tentang sebuah fenomena budaya masyarakat yang terjadi disekitarku, terdetik pertanyaan dalam hati tentang beberapa orang yang duduk berteduhkan topi yang terbuat dari kulit bambu. Iya mereka adalah para syahid-syahid pejuang islam, berpanasan bercampur debu mereka hadapi untuk mendapatkan bantuan (shadaqah) dari yang melawati perempatan lampu merah guna pembangunan mesjid. Telah berjalan lama aktifitas penggalangan dana mereka lakukan hampir kiranya 2 bulan lebih. Akan Tetapi ada hal yang ingin aku ketahui dengan jihad mereka dan lama waktu mereka menggalang dana "Semegah apa masjid yang mereka bangun" ingin rasanya mengunjungi proses pembangunan masjid tapi apa daya aku hanya sekedar ingin tahu saja tetapi tidak bermaksud apa apa.
Ada hal yang mungkin dapat diambil pelajarannya seperti keseriusan mereka sukarela mereka dan jihad mereka untuk menggalang dana. Tetapi disamping itu banyak hal yang timbul akibat aktifitas meraka, diantaranya timbul image yang tidak sedap di masyarakat, banyak hujatan omongan yang mengatakan bahwasanya itu aktifitas mencari dana yang nantinya juga dimakan sendiri, ada lagi yang berpendapat kok penggalang dananya ganti terus orangnya dan kapan penutupan penggalangan dana bahkan ada image orang yang mengatakan buat masjid kok minta minta di pinggir jalan.
Warna-warni anggapan orang tadi aku anggap sebagai suatu yang membangun bukan sesuatu yang menghujat, permasalahan sebenarnya terletak pada oknumnya. Hal yang mendasari perbuatan dalam islam itu menuju kebaikan hanya saja tergantung kepada yang menjalani ajaran tersebut yaitu oknumnya tadi. Kurangnya pemahaman dan pendalaman tentang islam sehingga menjadikan mereka berwarna warni dalam melaksanakan kegiatan meraka. warna-warni disini termasuk menu-menu kehidupan yang dapat menggambarkan jati diri mereka.
Satu hal yang harus kita sikapi dan kita ambil hikmahnya yaitu Proses penggalangan dana yang mengakar menjadi budaya dan tren masyarakat saai ini, nah kembali ke oknum tadi sebenarnya inti dari permasalahan yaitu oknum yang mengaanggap penggalangan dana untuk pembangunan masjid sebagai bisnis. Kita akui manusia diberi kelebihan berfikir, dengan lebihnya karunia yang diberiakan tuhan sering disalah gunakan yaitu berfikir kearah yang negative. Ini salah satu contohnya, jadi budaya penggalangan dana yang berdalih untuk pembangunan masjid mulai mengisi kawasan-kawasan pereimpangan, pertokoan bahkan instansi-instansi Negara maupun swasta.
Hal ini sangat mengurangi citra Islam dan menggambarkan Islam itu sebagai agama yang tidak punya apa-apa, agama yang terus terporosok dalam hal financial dan pemenuhan kebutuhan. Begitu pula dalam dunia perekonomian aktifitas ini akan melumpuhkan sector real Ekonomi dikarnakan rakyat malas bekerja dan berbuat mereka lebih enjoy untuk meminta-minta dengan menjual nama islam.
Apa yang akan terjadi apabila budaya ini terus berkembang dan mengakar menjadi salah satu sector pendapatan masyarakat. Selayang ku berpikir mungkin nanti akan ada perlombaan penggalangan dana untuk pembangunan masjid. Jadi masyarakat diarahkan untuk bergembira berkompetisi memberikan sumbangan untuk membagun masjid yang paling besar. Saat inilah nilai dan tujuan islam dalam shadaqoh ternodakan islam hanya menjadi objek pencari keuntungan dan citra islam hanya sekedar omongan.
Maka dari itu, bolehlah kita menggalang dana untuk kegiatan keislaman. Seperti yang diajarkan rasul mengajarkan orang untuk bersodaqoh itu perbuatan yang mulia. akan tetapi segala apa yang kita perbuat hanya allah lah yang dapat menilai allah maha melihat dan maha pengasih lagi maha penyayang, teruslah membantu orang banyak ulurkan tangan dan jangan sungkan insya Allah kebaikanmu adalah surgamu.

Baca Selengkapnya......

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner


ShoutMix chat widget
Please enter your username and password to log in elvancyber page!


Widget edited by elvancyber

Maha Besar ALLAH Dengan Segala Ciptaannya

Loading...

Bagaimanakah kesan anda terhadap elvancyber ?

The Cyber Of Cummunity

salam ukhuwah - elvancyber - 2008 - elvancyber