cyber warriors reveal the truth
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Expression. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ekonomi Expression. Tampilkan semua postingan

08 Mei 2010

Gejolak Krisis Financial


Penulis : A. Prasetyantoko
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Terbit : Oktober 2009
Judul : Krisis Finansial dalam perangkap Ekonomi Neoliberal

Akhir-akhir ini Dunia rajin dihebohkan dengan isu krisis financial global. Krisis yang dapat mempengaruhi hampir segala lini dari sector perekonomian Negara, khususnya Negara-negara berkembang. Puncak perekonomian Dunia serasa menemukan titik kelemahan ketika lembaga investasi terkemuka Lehaman Brothers, pada tahun 2008 mengalami kemunduran drastis terhadap sektor financialnya. Hal ini menunjukan bahwa bangunan kapitalisasi yang mereka bangun tidak dapat membentengi arus deras financial global, hingga akhirnya mengalami krisis yang berkelanjutan.
Karena itu, krisis financial yang terjadi saat ini bukanlah krisis yang pertama dalam perjalanan tatanan ekonomi dunia. Gejolak financial semakin intens mengikuti perkembangan zaman, sehingga tidak asing ketika gejala ini bermusim mengahantui perekonomian global. Dari abad keabad dan decade ke decade perekonomian selalu dibayangi oleh gerakan sector financial yang memiliki 3 gelombang besar yaitu Globalisasi, Liberalisasi dan Financialisasi.
Buku Krisis Financial Dalam Perangkap Ekonomi Neoliberal. A. Prasetyantoko yang berpropesi sebagai Penulis dan pemerhati ekonomi secara critual dan actual menyusun serpihan-serpihan perjalanan pristiwa financial global yang ditulis dalam artikel serta opini yang pernah terbit di Harian Kompas sepanjang 2004-2009.
A.Prasetyantoko, mencoba untuk menganalisa ulang sebab, akibat dan alur perjalananan runtuhnya tatanan financial global yang ditandai dengan krisis ekonomi berkelanjutan. Krisis pada dasarnya merupakan sebuah keniscayaan yang bercorak(neo)-Liberal. Menurut penulis arus liberaslisasi dalam bingkai global telah merasuki pola pikir masyarakat dalam memandang kehidupan berekonomi.
Untuk mengetahui bentangan pola siklus ekonomi yang diwarnai serangkaian krisis ekonomi dan instabilitas financial, penulis memulai ulasan dengan membawa pembaca untuk mengkaji ulang sebab akibat dari runtuhnya basis Produksi, yang mengakibatkan efek domino keruntuhan sector industri dan Denasionilisasi, yang dikenal dengan gerakan antiprivatisasi. A. Prasetyantoko menjelaskan bahwa gejala-gejala yang mengakibatkan runtuhnya basis produksi adalah; tidak adanya rancangan besar pengembangan Insdustri serta arah restrukturasi korporasi secara mikro, semuanya diarahkan pada tujuan jangka pendek yang pragmatis.
Selanjutnya, ia mengajak pembaca untuk menganalisa ulang perangka-perangkap neoliberal melalui buku Bernard Walleser yang berjudul L’economie Cognive (2000) yang mengkritik pendekatan ekonomi atas 2 ketimpangan: rasionalitas dan Keseimbangan kolektif. Tujuannya adalah untuk mengungkapan bahawasanya rasionalitas manusia bersifat terbatas(bounded rationality), karena itu, keseimbangan kolektif akan terjadi secara evolutif dan tidak tunggal(multiple equilibria).
Pada paparan selanjutnya, penulis mengangkat pembahasan terhadap instabilitas Finansial yang juga merupakan serangkaian pola siklus ekonomi. Disini dijelaskan mengenai hipotesis instabilitas financial dalam upaya penyelamatan terhadap bahaya melesetnya sector financial ditengah terpuruknya sector riil. Hal ini dimaksud agar dapat menganalisa strategi dalam penyelamatan instabilitas financial seperti yang dikemukakan Hyman Minsky(1919-1996) bahwasanya obat dari instabilitas ekonomi adalah kreatifitas(creative destruction)
Setelah mengetahui sebab akibat dan tipu muslihat neoliberal yang merasuki segala lini dan sector financial, pembaca diajak untuk masuk kedalam realita perekonomian yang dikemas dalam tema central Gelembong Perekonomian. Penulis mengungkap kejahatan fleksibelitas dalam tatanan ekonomi yang berorientasi kepada mobilitas tenaga kerja. Logika klasiknya, ketika ekonomi mulai bergerak, maka mobilitas tenaga kerja akan lebih banyak memiliki alternative peluang kerja. Realitanya untuk menyelesaikan masalah structural ekonomi, dosis fleksibelitas lebih dulu disuntikan pada sector ketenaga kerjaan. Yang mana mungkin saja masalahnya tidak terletak disana, dampaknya tidak signifikan. Jika begitu, sama saja dengan menyuntik mati dunia perburuhan.
Namun, deretan persoalan diatas pada dasarnya mencerminkan rajutan benang merah dari seluruh tulisan di buku ini yang merupakan kumpulan artikel serta opini harian Kompas. Gejolak, Instabilitas akan menjadi sesuatu yang permanen, tatkala perekonomian baik secara global, regional maupun domestic terus dikuasai oleh sector financial. Masalahnya ada 2 pertama, bagaimana melihat fundamental perekonomian dalam perjalananan panjang dimasa lalu. Kedua, bagaimana melihat potensi potensi masalah dan resiko perekonomian dimasa depan.

Baca Selengkapnya......

SMI Pionir Ekonomi Bangsa


Pasca mundurnya menteri keungan repoblik Indonesia semerbak heboh dan ricuh dikalangan public khususnya jajaran pemerintahan. Semua aspek angkat dagu ketika mendengar seorang pionir bangsa Indonesia ingin melaksakan hijrah meninggalkan kesemerautan Indonesia saat ini. Sri Mulyani yang dikenal sebagai intelektual ekonomi merupakan asset bangsa dinobatkan untuk menjadi salah satu anggota jajaran eselon di Bank Dunia yang konon menguasai hampir 74 Negara.
Sepak terjang Sri Mulyani dalam aspek Perekonomian menjadi sorotan khusus bagi perekonomian Dunia. Berawal dari penyelamatan fundamental ekonomi dalam segala sector dan langkah-langkah strategic yang dia lakukan dalam hal menyelamatkan sector ekonomi suatu Negara.
Pengunduran Sri Mulyani yang menjabat sebagai menteri Keungangan merupakan Pukulan telak bagi perekonomian Indonesia, secara eksplisit banyak perubahan dan penyegaran yang ia lakukan untuk dapat meningkatkan fundamental ekonomi Indonesia. Namun, tidak banyak mata yang menghargai jasa-jasa beliau, Sri Mulyani hanya dipandang secara sebelah mata oleh Politik Indonesia.
Politik Ekonomi Indonesia saat ini sedang mempertaruhkan seorang Pionir Ekonominya, mereka tidak sadar siapa yang mereka Kritik, siapa yang mereka permasalahkan dan siapa yang mereka gugat. Sangat tidak relevan bagi seorang yang dinobatkan sebagai pembangun fundamental ekonomi baru yang membawa kemaslahatan bagi Negara diacuhkan hingga hendak disingkirkan dari jabatannya.
Kasus PT Bumi contohnya, pasti ada alasan dan sebab ekonomi dalam penghentian berjalannya saham PT Bumi. SMI bersikeras untuk menstopkan saham-saham PT yang diprakarsai Oleh Aburizal Bakrie ini, karena ada alasan yang menyangkut kestabilan ekonomi Indonesia. Sri Mulyani mengedepankan kemaslahatan umum bagi Negara dan hal ini pun direspon negative oleh public.
Kinerja maksimal yang ia kerahkan, dan keputusan, serta kebijakan yang beliau keluarkan berdasarkan kesepakatan bersama mengenai dana talangan Bank Century dipermasalahkan oleh public. Secara politik kebijakan yang mereka lakukan sudah standar birokrasi Bank Indonesia, dan keputusan inipun diambil untuk kemaslahatan ekonomi Indonesia dalam penyelamatan internal bagi Bank Century. Hanya saja, kebijakan ini dikelirukan oleh aspek-aspek lain sehingga sipemulai kebijakanlah yang terkena imbasnya.
Sidang dan penyelidikan terus dilakukan hingga saat ini masih belum menemui titik terang dan penyelesaian yang final bagi kasus century. Saling memojokan antara individu semakin marak dikalangan praktisi ekonomi yang terkait.
“Sri Mulyani lah yang harus bertanggung jawab” ini kata public. Sebenarnya secara kasat hati saja. Apa bila anda ingin menolong seseorang yang ingin menemui ajalnya, apa yang anda lakukan? Anda diam berarti anda pasrah akan kematiannya dan apabila anda melakukan pemberian nafas buatan sedangkan itu membahayakan, apa yang anda lakukan? Apakah membiarkan anak, saudara dan kakaknya menangis karena kepergiannya dan apakah akan melakukan pertolongan dalam pemberian nafas yang itu membahayakan tapi dapat menolongnya untuk selamat?
Hal sederhana yang dilakukan, tapi dapat merubah masa depan seseorang adalah keputusan terbesar dalam hidup yang itu tidak akan dapat terlupakan jasa-jasanya. Sama halnya dengan keputusan Bailout Century yang dikeluarkan oleh SMI adalah penyelamatan bagi perkonomian Indonesia. Keputusan dalam kebijakan inilah yang menjadi sorotan public, memandang sebelah mata perkara yang tidak tahu menahu dan tidak merasakan ketika masa ketegangan yang dialami pada saat itu.
Peran dan sepak terjang serta penyelamatan sector ekonomi yang dilakukan Sri Mulyani seperti tidak dihargai oleh public, hingga akhirnya kekecewaan pasti akan muncul dalam diri seseorang terhadap apa yang ia lakukan selama ini. Namun terlepas dari permasalahan diatas, seorang Pionir ekonomi Indonesia akan dipinang oleh dunia dan ini adalah kebanggaan bagi Indonesia. Sepak terjangnya tercium oleh dunia hingga akhirnya memutuskan untuk memboyong anak negeri ini untuk dapat berperan aktif dikancah perekonomian dunia.
Dimanakah Indonesia? Akankah Indonesia rugi atas kepergiannya ataukah bersenag ria dengan mundurnya Sri Mulyani dari geliat Pemerintahan Indonesia.

Baca Selengkapnya......

15 Maret 2010

Ideologi Keliru dalam Kapitalisme


Kapitalisme biang kerok kegagalan ekonomi dunia (economic failure). Suatu pernyataan yang tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kapitalismelah akar dari permasalahan ekonomi yang bertubi-tubi menghujani ekonomi dunia. Seorang tokoh ekonomi barat karl mark pernah meramalkan akhir dari kapitalisme(The end of capitalism) didalam karya monumental “Das Capital” volume pertama, mark menekankan sebuah point penting ketika menegaskan bahwa petumbuhan dan ekspansi yang stabil adalah faktor yang vital bagi daya hidup kapitalisme. Ketika pertumbuhan ekspansi itu mulai mengalami krisis kastabilan, sangat dapat kiranya mengakibatkan tidak berdayanya kapitalisme selama ini akan terungkap dengan sangat fulgar, dan kebobrokan yang ditutupi akan terungkap dengan adanya realita ekonomi yang semakin menurun(Economic slowdown).
Perhelatan dunia ekonomi sekarang dimotori kental oleh ideologi kapitalisme yang semakin lama semakin menjadi, sehingga waktu demi waktu muncul ideologi-ideologi baru seperti “Laissez Fire” yang cakap didefinisikan tidak adanya campur tangan pemerintah dalam kegiatan ekonomi. Tidak hanya sampai disini saja, ideologi kapitalisme mengakar secara eksterm mendatangkan bermacam persepsi tentang arah dan tujuan kapitalisme.

Prospek kapitalisme belum begitu cerah pada saat tern ideologi bermunculan, kapitalisme memiliki harapan untuk dapat memajukan produktifitas dan kemakmuran material dalam abad sembilan belas dan dekade permulaan abad kedua puluh (baca “Sistem-sistem Ekonomi” Gregory Grossmen 2004 hal 49) akan tetapi, harapan tersebut menjadi tabu ketika terjadi Depresi hebat pada abad tiga puluhan dan kesenjangan ekonomi yang diiringi dengan ketegangan sosial terhadap sistem ekonomi. Janji pemulihan dan kemajuan ekonomi belum dapat terpenuhi secara maksimal, jangankan maksimalisasi kemajuan untuk meminimalisir kesenjangan ekonomi sistem ini masih jauh dari harapan.
Kesenjangan, ketidaksetabilan sudah cukup memberikan hal tabu dalam kegiatan ekonomi masyarakat yang selama ini mengarahkan kepada kesemerautan ekonomi dunia. Maka dari itu kekeliruan ideology kapitalisme selama ini adalah cikal bakal dan asas dasar dari kegagalan ekonomi dunia.Wallahu a’lam bissawwab

Baca Selengkapnya......

The decline of capitalism


Pasar modal merupakan salah satu pilar global kapitalisme yang saat ini berada diambang kehancuran. Banyak investastor menarik saham mereka dikarenakan turunnya kredebilitas bursa efek dimata mereka. Dalam ilmu ekonomi sirklus keadaan ekonomi suatu negara akan mengakibatkan naik turunnya keadaan. Baik itu dalam hal financial bahkan politik ekonominya. Sektor financial merupakan simbol kekuasaan kapitalisme. Banyak hal dalam kapitalisme yang menimbulkan dampak tidak sedap kepada masyarakat.
Belajar dari krisis yang terjadi pada tahun 1996 terjadi boming yang besar-besaran pada perusahaan diikuti dengan terjadinya resesi yang diluar perkiraan para ekonom sehingga timbul kesan bawasanya krisis pada saat itu di motori kental oleh kapitalisme. Apabila sistem ini menjadi imam pada perekonomian suatu negara maka krisis akan terjadi terus menerus seperti halnya hukum alam kapitalisme "Krisis dan krisis lagi", maka paradigma radikal sangat dibutuhkan dalam artian melihat permasalahan secara radikal dan tetap pragmastis, dingin menghadapinya.
Masalah krisis ekonomi global tidak bisa hanya dilihat dan diikuti arus kehancurannya. Banyak dampak yang ditimbulkan baik dampak psikologis, kekhawatiran dan kepercayaan masyarakat terhadap pertumbuhan pasar. Benarkah ini menjadi petanda bahwa ekonomi pasar bukan lagi menjadi jitu dalam membangun perekonomian dunia. Berikut sekilas bukti-bukti kesalahan kapitalisme dan dampaknya terhadap sektor real dan non real.

Bukti kesalahan Kapitalisme amerika

1. The Fed dan Departemen Keuangan memutuskan membeli kredit macet di perusahaan-perusahaan swasta yang terlibat urusan perumahan. Artinya, kini pemerintah terlibat dalam jual-beli surat utang. Untuk itu pemerintah Amerika menyediakan dana sebesar 700 milyar dollar. Ini merupakan penjaminan terbesar yang diberikan pemerintah kepada perusahaan swasta dalam sejarah Amerika.
2. Komisi yang mengurusi bursa saham, The Securities and Exchange Comission (SEC), melarang sementara praktek jual singkat (short sales) 799 jenis saham. Langkah itu meniru apa yang dilakukan Inggris sehari sebelumnya. Short sales adalah jual-beli saham oleh para agen bermodal dengkul yang baru membayar bila saham telah terjual.
3. Dana penyelamatan (rescue plan) tadi berasal dari utang – melalui penerbitan surat utang dan semacamnya – maka kini utang luar negeri Amerika akan melonjak menjadi 11,3 triliun US Dollar. Tak ada satu negara pun di dunia ini yang memiliki utang luar negeri sebesar itu. Pada gilirannya semua utang itu harus dibayar dari pajak seluruh rakyat Amerika Serikat.
4. Krisis di AS itu dipicu oleh macetnya kredit perumahan di AS. Sebelumnya AS mengalami deficit investment gap dalam perang Afganistan sebesar 150 milyar dolar dan perang Irak sebesar 500 milyar dolar AS. Sementara pemerintah AS hanya menganggarkan 700 milyar dolar untuk mem-bill out yang mengalami kerugian akibat kasus kredit macet tersebut. Menurut Deny, ini tidak mencukupi. Makanya, Amerika berusaha menginvestasikan dana sebesar 700 milyar dolar tersebut ke pasar dunia untuk mendapatkan keuntungan berlipat-lipat guna menutupi defisit keuangan mereka.
5. Ekonomi kapitalis juga cacat karena menyingkirkan emas sebagai cadangan mata uang dan dimasukkannya dolar sebagai pendamping mata uang dalam perjanjian Bretton Woods setelah perang Dunia II. Tidak hanya itu, sistem ini tidak memperhatikan sistem kepemilikan.
6. Keterlibatan pemerintah federal Amerika Serikat di dalam upaya penyelamatan terhadap krisis Wall Street telah menggugurkan asumsi dasar kapitalisme liberal yang selalu mereka kotbahkan selama ini, yaitu free market. Kekuatan pasar yang murni dibangun oleh supply dan demand tanpa ada keterlibatan pemerintah untuk mengatur mekanisme pasar.
7. Belajar dari apa yang pernah dikatakan Soekarno atas apa yang terjadi pada Jerman, “Kapitalisme yang terjebak krisis akhirnya membuahkan fasisme. Fasisme adalah perjuangan penghabisan para monopolis-kapitalis yang terancam bangkrut..” Mari kita tunggu tanggal mainnya Uncle Sam akan segera ber-tiwikrama menjadi Billy the Kid.
8. Amerika sengaja menciptakan economic war untuk menghancurkan dunia dan menguasai dunia ini dan juga memerangi kaum muslimin di dunia ini.Semua ini dibuat agar dunia tidak berdaya dan semakin terpuruk.Seharusnya Indonesia sadar dan bangun dari permainan Amerika
9. Penerapan sistem ekonomi ribawi, menurutnya, sangat nyata dalam empat perkara, yakni menggunakan mata uang yang berdasarkan dollar sebagai cadangan devisa negara termasuk Indonesia, sehingga ketika dollar mengalami guncangan, semua negara termasuk Indonesia terkena dampaknya.
"Dollar adalah alat penjajahan AS, sementara dalam Islam sudah jelas mata uang harus dikembalikan ke Dinar dan Dirham, yang berasal dari emas," tandasnya.
10. Disamping itu, lanjutnya, sistem kepemilikan yang diserahkan kepada mekanisme pasar yang justru hanya berpihak pada pemilik modal, dan permainan saham yang tidak lain menggunakan prinsip-prinsip perjudian.
11. Roy Davies dan Glyn Davies (1996), dalam buku The History of Money From Ancient time oi Present Day, menguraikan bahwa sepanjang Abad 20 telah terjadi lebih 20 kali krisis besar yang melanda banyak negara. Fakta ini menunjukkan bahwa rata-rata setiap lima tahun terjadi krisis keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta umat manusia.
12. Sebab lain yang membuat hancurnya sistem ekonomi kapitalis adalah kesalahaan memahami fakta kepemilikan. Di mata para pemikir Timur dan Barat, kepemilikan umum adalah kepemilikan yang dikuasai negara, sedangkan kepemilikan pribadi merupakan kekayaan yang dikuasai kelompok tertentu. Dacid walkel (anggota Kongres AS) mengatakan 3 sebab jatuhnya romawi dan terjadi pada AS
1. Hancurnya nilai moral politik dalam negri
2. Invasi militer yang berlebihan
3. tidak bertanggung jawabnya pemerintah dalam perpajakan
13. Paus II dalam Centesinus Annus manegatakan bahwa kapitalisme memberikan peluang kepada penyalah guna karena mengeksploitasi kebebasan dan kepentingan pribadi secara berlebihan.

Korban krisi amerika

1. Lehman Brothers, perusahaan raksasa keuangan berusia 158 tahun itu kini bangkrut. Dalam sejarah Amerika, inilah perusahaan paling besar yang pernah bangkrut. Kemudian Fannie Mae dan Freddie Mac, dua perusahaan keuangan terbesar dalam bisnis perumahan – semacam Bank Tabungan Negara di sini – terpaksa diambil-alih pemerintah guna menyelamatkannya dari kepailitan.
2. Kini 80% sahamnya dimiliki Bank Sentral Amerika The Fed, begitu pula manejemennya. Sebelumnya, The Fed mengambil-alih Bear Stearns, bank investasi di Wall Street, New York, yang sudah oleng. Bank itu kemudian dikawinkan dengan JP Morgan Chase.
3. Merrill Lynch, perusahaan keuangan yang amat terkenal itu, terpaksa dijual kepada Bank of America. Lalu perusahaan raksasa lainnya seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Washington Mutual Wachovia, dikabarkan sedang berusaha melego saham karena membutuhkan dana segar. Ada juga yang menyebutkan manajemen perusahaan itu sedang berunding dengan pengusaha China dan Timur Tengah.
4. Kepanikan luar biasa pun melanda pasar modal Amerika di Wall Street, New York, pertengahan September lalu. Harga-harga saham berjatuhan dan itu berdampak ke seluruh dunia, termasuk ke Bursa Efek Jakarta (BEJ). Index BEJ terjun bebas hampir separuhnya, dari 2700 menjadi 1700-an.

Banyak hal yang dapat diambil dari beberapa bukti, bahkan masih banyak lagi kelalaian sistem kapitalsime yang menjadi imam ekonomi konvesional saat ini. Dengan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kapitalisasi ekonomi akan sangat jelas dan terbukti bahwa kapitalismelah biang, cikal bakal dari krisis ekonomi global yang terjadi terus –menerus tidak mengenal henti. Wallahu a'lam bi assawab

Baca Selengkapnya......

14 Juni 2009

Pesan pedagang untuk CAPIN “Calon Pemimpin”


ketika kampanye pilpres indonesia 2009-2014 tepatnya pada tanggal 12 juni 2009, merupakan hari bersejarah bagi kota malang khususnya kios pedagang tempe di kecamatan belimbing malang. Malang merupakan bagian dari berbagai kota yang dijadikan sasaran untuk berkampanye, sosok calon pemimpin yang gagah berwibawa itu akrab disapa SBY. Dengan ramahnya SBY menyapa para pedagang kios seakan sudah akrab dan pernah ketemu sebelumnya, disambut senyum istri yang siap setia mendampingi SBY kemanapun beliau bertugas baik ketika menjadi ibu negara dan menjadi calon ibu negara generasi selanjutnya.
Berselang waktu berlalu dengan padatnya rentetan acara kampanye membuat waktu serasa singkat bagi para pedagang dan warga untuk bertemu calon pemimpin negara ini pada periode 2009-2014, banyak hal kiranya yang akan disampaikan para masyarakat khususnya pedagang sebagai pesan apabila SBY berhasil menginjakan kaki untuk kedua kalinya di istana negara sebagai pemimpin negara. Salah satunya yang dapat kita ambil dari keluhan mereka selama ini adalah kurangnya perhatian pemerintah terhadap usaha-usaha menengah kebawah yang semakin tertindas dengan sektor besar. Unit unit usaha berdiri dengan sangat susah dan seyogyanya bagi pemerintah untuk tau akan permasalahan para pedagang asongan baik yang bertempat maupun tidak bertempat..
Seirama dengan itu semua, para calon pemimpin ini dengan semangatnya mengaungkan visi dan misi sebagai tameng merubah indonesia kepada kemajuan, diantaranya hampir setiap calon mendeklarasikan masalah perekonomian. Rencana-rencana yang mereka canangkan sangat berilian hingga tak kuasa melihat harapan besar masyarakat agar tercapainya visi misi tersebut. Tetapi dilain sisi terdapat pula keluhan yang kontra terhadap berbagai visi dan misi capres bagi kemajuan negri ini. Pemsimis menyelimuti para pedangan asongan yang merasa bahwa sebesar apapun visi dan misi untuk merubah perekonomian tetapi tidak bisa merubah keadaan mereka, berbagai macam halangan dan keadaaan yang semeraut menjadikan mereka kebal akan program yang dicanagkan pemerintah hingga ada yang berkata “kalo bukan pemimpinnya yang turun berdagang seperti kita mana akan tahu apa yang kita rasakan”, teguran sekaligus tantangan yang diberikan rakyat pada calon pemimpin untuk merubah tatanan perekonomian yang lebih baik bukan hanya dalam sektor non real dan real saja tetapi perhatikan juga mikro yang menengah kebawah, sekilas mata memang tidak terlihat kesulitan yang mereka alami, karena kurangnya perhatian dari pemerintah sedikit demi sedikit akan mempengaruhi sektor perekonomian masyarakat.

Maka dari itu dengan berbagai visi dan misi para calon pemimpin seyogyanya dapat memayungi dan memberi perhatian kepada masyarakat pedagang menengah kebawah baik itu berupa materi dan motivasi , jangan hanya memerlukan suara dari mereka tapi berikanlah mereka hak untuk bersuara atas apa yang mereka rasakan dan doa untuk mereka sebagai tangga untuk menuju keberhasilan bagi mereka, masyarakat dan negara, bimbing terus meraka karna ada surga dimata meraka yang selalu membayangi dan menuntun kepada sebuah kemajuan “ Hidup Negriku Hidup Bangsaku”

Baca Selengkapnya......

19 Mei 2009

Figur Seorang Pemimpin


"Kesejahteraan Rakyat". Cita-cita besar para calon pemimpin bangsa. Selogan menggelora menyelimuti arena pemilihan wakil rakyat, perebutan singgasana tinggi Negara semakin spektakuler, arek arek partai berduyun-duyun menjunjung calon pemimpin dari kubu mereka. Fenomena ini ada dan terjadi diantara kita akankah lahir pemimpin yang sejati yang dinanti oleh rakyat, pemimpin yang sejatinya imam bagi rakyat, pemimpin yang siap melayani masyarakat tapi bukan pemimpin yang dilayani masyarakat. Bolehlah calon pemimpin berdalih dan berteriak perjuangan bagi rakyat, kesejahteraan bagi masyarakat tapi nyatanya perjuangan hanya dalam seluk menggapai kemenangan dalam pertempuran politik.

Figure seorang pemimpin sangat penting dan harus dimiliki oleh calon pemimpin tidak hanya dalam pemerintahan tetapi dalam segala hal. Dr.suyuti dan Imam Hambali pernah mendeklarasikan pemimpin yang ideal bagi masyarakat yaitu Pemimpin adalah orang yang menjadi imam dan panutan bagi rakyat, memberi petunjuk ke jalan yang benar kejalan kebaikan. Tidak hanya sebatas itu saja peran seorang pemimpin, pemimpin juga harus loyal dan memiliki dedikasi yang baik, baik bagi pemerintahan dan masyarakat khususnya.Dalam pemerintahan demokrasi, figure seorang pemimpin sedikit demi sedikit mulai dikucilkan, pemimpin yang baik dicari-cari kesalahannya bahkan tidak asing lagi seorang pemimpin dihina oleh rakyat. seorang pemimpin mulai tidak mempunyai harga diri dan wibawa, itu semua disebabkan oleh pemimpin itu sendiri yang menjual harga dirinya ketika mencalon menjadi seorang pemimpin. Menggumbarkan apa visi misi dan cita-cita yang berlebihan tanpa diiringi dengan kapabilitas segala sector hanya untuk dipilih dan diidolakan masyarakat.Sekarang banyak pemimpin yang membawa antek-antek kesejahteraan bagi masyarakat sedangkan probelamatika masyarakat saat ini adalah permasalahan kesejahteraan yang tidak terselaikan, yaitu titik kesejahteraan yang abadi bagi masyarakat belum terpenuhi. Apa sebenarnya yang membuat masyarakat dilema terhadap situasi dan keadaan sekarang ini. Apakah personal masyarakat sendiri atau khyalak yang diatas sana belum dapat menemukan penyebabnya dan solusi bagi permasalahan ini. Yang kita tahu sekarang hanya kejadian dan sekedar wacana yang dikeluarkan oleh oknum-okunum terselubung dalam kancah perekonomian khususnya.

Peran masyarakat bawah mulai dikucilkan para kaum borjuis saja yang disibukan dengan permasalahan masayarakat, sedangkan masyarakat bawah hanya diam dan menerima kenyataannya apabila masalah terselesaikan mereka ikut mengecapinya dan sebaliknya mereka dapat menjadi salah satu objek imbasan dari permasalahan yang ada selama ini. Bagaimana masyarakat bawah akan ikut andil, bagaimana benih-benih pejuang rankyat akan terekspresikan apabila kesempatan itu ditutup dan khusus bagi mereka yang mampu saja, itupun tidak cukup hanya mampu lahir dan batin tetapi mampu materi yang menjadi nomor satu. Sangat sederhana kiranya apabila masyarakat hendak mengikuti teladan Rosul dalam memberikan kesejahteraan kepada masyarakat. Hanya perlu pemimpin adil,amanah dan fathonah memposisikan dirinya sebagai pelayan masyarakat itu yang paling penting. Pelayan disini bukanlah sesuatu hinaan tetapi wujud dari kepedulian seorang pemimpin terhadap masyarakatnya. Itulah gambaran dari pelayanan yang diberikan oleh seorang pemimpin.

Sekilas meraba keadaan pemerintahan yang hangat akan pergantian struktur kepemerintahan orde selanjutnya. Yang diatas mencurahkan segala kemampuannya untuk dapat menjadi seorang pemimpin sedangkan dibawah mencoba mengikuti kemauan para pemimpin. Pernyataan yang berbalik arah muncul dari serangkaian situasi pemerintahan saat ini. Sebenarnya apa yang diinginkan para calon pemimpin, hartakah, kedudukankah, reputasikah, atau hanya unsure kesenangan semata.

Dalam Islam tidak diperkenankannya mendisplaykan diri untuk menjadi seorang pemimpin, mengumbar kemampuan didepat khyalat banyak. Pemimpin adalah orang yang cakap, berwibawa dan berani siap menjadi panutan dan siap memberikan apa yang dapat ia beriakan kepada masyarakat. Nyawapun dipertaruhkan bagi seorang pemimpin. Tetapi tidak sebatas itu saja masih banyak hal yang harus dimiliki seorang pemimpin. Pristiwa memamerkan diri kepada masyarakat, mencari perhatian masyarakat agar terpilih dipercaya orang banyak itu adalah suatu kebusukan dan tantangan berupa ancaman. Tidak layak bagi seorang pemimpin mendeklarasikan kehebatan dirinya didepan masyarakat itu hanya akan menimbulkan tantangan dan hinaan apabila tantangan tersebut hanya sekedar ocehan.

Kemanakah arah demokrasi pemerintahan ini akan dibawa oleh para pemimpin, akankah kesejahteraan sejati terpenuhi, apakah permasalahan masyarakat dapat terselesaikan dan apakah kemajuan Negara dapat diperjuangkan dan dipertahankan itu semua tergantung kepada calon-calon pemimpin dimasa yang akan datang. Hanya satu pedoman yang harus dimiliki seorang pemimpin yakni "pemimpin bukan hanya memimpin Negara tetapi juga menjadi imam bagi agama dan masyarakat"

Baca Selengkapnya......

29 April 2009

Kapitalsime Biang Kehancuran


Pasar modal merupakan salah satu pilar global Kapitalisme yang saat ini berada di ambang kehancuran. Banyak investastor menarik saham mereka dikarenakan turunnya kredebilitas bursa efek di mata mereka.

Dalam ilmu ekonomi sirklus keadaan ekonomi suatu negara akan mengakibatkan naik turunnya keadaan. Baik itu dalam hal finansial bahkan politik ekonominya. Sektor finansial merupakan simbol kekuasaan Kapitalisme. Banyak hal dalam Kapitalisme yang menimbulkan dampak tidak sedap kepada masyarakat.

Belajar dari krisis yang terjadi pada tahun 1996 terjadi boming yang besar-besaran pada perusahaan diikuti dengan terjadinya resesi yang di luar perkiraan para ekonom sehingga timbul kesan bahwasanya krisis pada saat itu dimotori kental oleh Kapitalisme. Apabila sistem ini menjadi imam pada perekonomian suatu negara maka krisis akan terjadi terus menerus seperti halnya hukum alam Kapitalisme "krisis dan krisis lagi". Maka paradigma radikal sangat dibutuhkan dalam artian melihat permasalahan secara radikal dan tetap pragmastis, dingin menghadapinya.

Masalah krisis ekonomi global tidak bisa hanya dilihat dan diikuti arus kehancurannya. Banyak dampak yang ditimbulkan baik dampak psikologis, kekhawatiran, dan kepercayaan masyarakat terhadap pertumbuhan pasar. Benarkah ini menjadi petanda bahwa ekonomi pasar bukan lagi menjadi jitu dalam membangun perekonomian dunia.

Berikut sekilas bukti-bukti kesalahan Kapitalisme dan dampaknya terhadap sektor real
dan non real. Bukti kesalahan Kapitalisme Amerika Serikat (AS):
1. The Fed dan Departemen Keuangan memutuskan membeli kredit macet di perusahaan-perusahaan swasta yang terlibat urusan perumahan. Artinya, kini pemerintah terlibat dalam jual-beli surat utang. Untuk itu pemerintah Amerika menyediakan dana sebesar 700 miliar dolar. Ini merupakan penjaminan terbesar yang diberikan pemerintah kepada perusahaan swasta dalam sejarah Amerika.

2. Komisi yang mengurusi bursa saham, The Securities and Exchange Comission (SEC), melarang sementara praktek jual singkat (short sales) 799 jenis saham. Langkah itu meniru apa yang dilakukan Inggris sehari sebelumnya. Short sales adalah jual beli saham oleh para agen bermodal dengkul yang baru membayar bila saham telah terjual.

3. Dana penyelamatan (rescue plan) tadi berasal dari utang - melalui penerbitan surat utang dan semacamnya - maka kini utang luar negeri Amerika akan melonjak menjadi 11,3 triliun US Dolar. Tak ada satu negara pun di dunia ini yang memiliki utang luar negeri sebesar itu. Pada gilirannya semua utang itu harus dibayar dari pajak seluruh rakyat Amerika Serikat.

4. Krisis di AS itu dipicu oleh macetnya kredit perumahan di AS. Sebelumnya AS mengalami deficit investment gap dalam perang Afganistan sebesar 150 miliar dolar dan perang Irak sebesar 500 miliar dolar AS. Sementara Pemerintah AS hanya menganggarkan 700 miliar dolar untuk mem-bill out yang mengalami kerugian akibat kasus kredit macet tersebut. Ini tidak mencukupi. Makanya, Amerika berusaha menginvestasikan dana sebesar 700 miliar dolar tersebut ke pasar dunia untuk mendapatkan keuntungan berlipat-lipat guna menutupi defisit keuangan mereka.

5. Ekonomi Kapitalis juga cacat karena menyingkirkan emas sebagai cadangan mata uang dan dimasukkannya dolar sebagai pendamping mata uang dalam perjanjian Bretton Woods setelah perang Dunia II. Tidak hanya itu, sistem ini tidak memperhatikan sistem kepemilikan.

6. Keterlibatan Pemerintah Federal Amerika Serikat di dalam upaya penyelamatan terhadap krisis Wall Street telah menggugurkan asumsi dasar Kapitalisme Liberal yang selalu mereka kotbahkan selama ini, yaitu free market. Kekuatan pasar yang murni dibangun oleh supply dan demand tanpa ada keterlibatan pemerintah untuk mengatur mekanisme pasar.

7. Belajar dari apa yang pernah dikatakan Soekarno atas apa yang terjadi pada Jerman, "Kapitalisme yang terjebak krisis akhirnya membuahkan Fasisme. Fasisme adalah perjuangan penghabisan para monopolis kapitalis yang terancam bangkrut". Mari kita tunggu tanggal mainnya Uncle Sam akan segera ber-tiwikrama menjadi Billy the Kid.

8. Amerika sengaja menciptakan economic war untuk menghancurkan dunia dan menguasai dunia ini dan juga memerangi kaum muslimin di dunia ini. Semua ini dibuat agar dunia tidak berdaya dan semakin terpuruk. Seharusnya Indonesia sadar dan bangun dari permainan Amerika.

9. Penerapan sistem ekonomi ribawi, menurutnya, sangat nyata dalam empat perkara, yakni menggunakan mata uang yang berdasarkan dolar sebagai cadangan devisa negara termasuk Indonesia, sehingga ketika dollar mengalami guncangan, semua negara termasuk Indonesia terkena dampaknya. "Dolar adalah alat penjajahan AS. Sementara dalam Islam sudah jelas mata uang harus dikembalikan ke Dinar dan Dirham, yang berasal dari emas," tandasnya.

10. Di samping itu, lanjutnya, sistem kepemilikan yang diserahkan kepada mekanisme pasar yang justru hanya berpihak pada pemilik modal, dan permainan saham yang tidak lain menggunakan prinsip-prinsip perjudian.

11. Roy Davies dan Glyn Davies (1996), dalam buku The History of Money From Ancient Time to Present Day, menguraikan bahwa sepanjang Abad 20 telah terjadi lebih 20 kali krisis besar yang melanda banyak negara. Fakta ini menunjukkan bahwa rata-rata setiap lima tahun terjadi krisis keuangan hebat yang mengakibatkan penderitaan bagi ratusan juta umat manusia.

12. Sebab lain yang membuat hancurnya sistem ekonomi kapitalis adalah kesalahaan memahami fakta kepemilikan. Di mata para pemikir Timur dan Barat, kepemilikan umum adalah kepemilikan yang dikuasai negara, sedangkan kepemilikan pribadi merupakan kekayaan yang dikuasai kelompok tertentu. Dacid walkel (anggota Kongres AS) mengatakan 3 sebab jatuhnya romawi dan terjadi pada AS
1. Hancurnya nilai moral politik dalam negeri.
2. Invasi militer yang berlebihan.
3. Tidak bertanggung jawabnya pemerintah dalam perpajakan.

13. Paus II dalam Centesinus Annus manegatakan bahwa Kapitalisme memberikan peluang kepada penyalahgunaan karena mengeksploitasi kebebasan dan kepentingan pribadi secara berlebihan.

Korban Krisis AS
Lehman Brothers, perusahaan raksasa keuangan berusia 158 tahun itu kini bangkrut. Dalam sejarah Amerika, inilah perusahaan paling besar yang pernah bangkrut. Kemudian Fannie Mae dan Freddie Mac, dua perusahaan keuangan terbesar dalam bisnis perumahan – semacam Bank Tabungan Negara di sini – terpaksa diambil-alih pemerintah guna menyelamatkannya dari kepailitan.

Kini 80% sahamnya dimiliki Bank Sentral Amerika The Fed, begitu pula manajemennya. Sebelumnya, The Fed mengambil-alih Bear Stearns, bank investasi di Wall Street, New York, yang sudah oleng. Bank itu kemudian dikawinkan dengan JP Morgan Chase.

Merrill Lynch, perusahaan keuangan yang amat terkenal itu, terpaksa dijual kepada Bank of America. Lalu perusahaan raksasa lainnya seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Washington Mutual Wachovia, dikabarkan sedang berusaha melego saham karena membutuhkan dana segar. Ada juga yang menyebutkan manajemen perusahaan itu sedang berunding dengan pengusaha China dan Timur Tengah.

Kepanikan luar biasa pun melanda pasar modal Amerika di Wall Street, New York, pertengahan September lalu. Harga-harga saham berjatuhan dan itu berdampak ke seluruh dunia. Termasuk ke Bursa Efek Jakarta (BEJ). Index BEJ terjun bebas hampir separuhnya, dari 2700 menjadi 1700-an.

Banyak hal yang dapat diambil dari beberapa bukti. Bahkan masih banyak lagi kesalahan dan kelalaian sistem Kapitalisme yang menjadi imam ekonomi konvesional saat ini. Dengan menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap kapitalisasi ekonomi akan sangat jelas dan terbukti bahwa Kapitalismelah biang cikal bakal dari krisis ekonomi global yang terjadi terus menerus tidak mengenal henti. Wallahualam bissawab.

Baca Selengkapnya......

03 April 2009

Pristiwa Dibalik Tirai Krisis Ekonomi



Kredit hal yang biasa dibarat, wacana masyarakat terhadap sebuah permasalahan pasar yang mana menimbulkan efek-efek besar kepada system perekonomian, contohnya permasalahan yang dihadapi negara amerika, kebobrokan sistem mekanisme pasar yang tidak stabil dan signifikan dapat mempengaruhi finansial suatu negara. Di barat khususnya amerika, kredit merupakan suatu hal yang biasa dimana masyarakat menjadikan kredit sebagai alur untuk mencukupi kebutuhan sehari hari bahkan kebutuahan property, sehingga banyaknya kebutuhan yang dikonsumsi masyarakat berlebelkan kredit, hal yang sangat biasa bahkan dari sandal sampai rumahpun dapat dikreditkan. Kredit berkembang menjalar ke semua lini masyarakat, menjadi sebuah tren pola kehidupan masyarakat barat.
Dengan menjalarya kredit di masyarakat berimbas kepada pemerintah dan bahkan kepada masyarakat barat sendiri, masyarakat tidak mampu untuk melunasi perkriditan, kredit yang berangsur lama dengan bunga yang terus berjalan semakin besar menjadikan masyarakat tidak mampu membayar, semakin lama samakin membesar biaya kredit yang harus dilunasi, masyarakat terancam tidak mempunyai rumah kebutuhan dan barang yang berlebelkan kredit menjadi faktor utama yang meresahkan masyarakat, sehingga peran pemerintah sangatlah dominan terhadap permasalahan ini.

Ketidak mampuan masyarakat untuk melunasi kredit menjadikan pemerintah dilema sehingga mencetak uang baru sebagai solusi untuk problem masyarakat, keluarnya uang-uang baru sebagi sarana yang dipakai untuk melunasi perkreditan macet yang dialami masyarakat, perusahan bahkan negara menjadikan melambungnya predaran uang yang melimpah, terjadilah inflasi yang besar besaran dimana ketidak rapian perkreditan, melimpahnya uang sehingga terjadi inflasi dan solusi pemerintah yang kurang tepat menuai sebuah krisis besar-besaran terhadap sistem perekonomian negara Indonesia.
Tidak hanya itu saja, banyak efek –efek yang ditimbulkan oleh pristiwa terjadinya krisis besar-besaran ini, yang sekarang trenya dengan krisis global karna krisis ini berpengaruh terhadap negara-negara berkembang lainya. Seperti halnya dampak krisis yang terjadi di Amerika.

Dunia sedang gonjang-ganjing. Negeri Paman Syam yang selama ini menjadi poros kapitalisme global sedang terancam. Ibarat bangunan, pondasi utamanya mulai keropos, sehingga dikhawatirkan akan berdampak pada ambruknya pilar-pilar penyangganya. Jika itu terjadi, bisa jadi dunia benar-benar akan mengalami “kiamat kecil”. Banyak hal yang di terapkan dibarat tidak sesuai dengan mekanisme ekonominya. Dengan sistem ekonomi kapitalisme dan juga sosialisme yang dianut oleh barat, dan di masuki juga dengan paham-paham liberalisme, menjadikan barat negara yang sekuler baik dalam hal pemikiran bahkan dalam hal perekonomian, Semua dianggap bebas semua berhak dan semua dapat berasumsi dengan sangat bebasnya.

Dangan terjadinya krisis global yang semakin marak dikalangan perekonomian dunia timbul hujatan-hujatan yang diarahkan kepada sistem ekonomi kapitalis yang sekian lama terpuruk tanpa solusi hingga saat ini menjadi salah satu cikal bakal ketidakstabilan ekonomi amerika serikat. Amerika negara kapitalis terbesar dan termasuk negara yang menganut sistem ekonomi neo-liberal mempunyai daya pikat yang sangat signifikan terhadap negara-negara berkembang tak terkecuali indonesia. Negara-negara berkembang yang dipayungi oleh amerika mulai merasakan dampaknya, kebocoran terjadi dimana-mana tidak hanya dalam segi money politik dan ekonomi saja bahkan yang lebih penting etika dan moral tidak lagi dianggap sebagai identitas dan batasan-batasan masyarakat dalam berbuat, fenomena ini terus berjalan di negeri adi daya adi kuasa tersebut bahkan timbul asumsi bahwasanya perekonomian amerika sedang berada diujung tanduk tinggal menunggu kehancuran sebuah sistem ekonominya.
Namun pada waktu pemerintahan "Bush" para analis bersikap skeptis dengan optimisme Bush dan para pejabat perekonomiannya. "Orang-orang di pemerintahan tidak paham apa yang dialami rata-rata rakyat Amerika. "Mereka saat ini dalam kondisi sangat tertekan. Rumah-rumah mereka sudah tidak ada harganya lagi, mereka terlilih hutang kartu kredit, " kata Israel Adelman, seorang trader dari perusahaan Fordham Financials di Wall Street.
Sejumlah analis berpendapat, inilah detik-detik kehancuran ekonomi negara adidaya AS. Negara yang menganut sistem ekonomi neo-liberal dan menancapkan ekonomi imperialisnya ke berbagai belahan negara, akhirnya ambruk juga.

Esensinya, riwayat Amerika Serikat sebagai kekuatan ekonomi global sudah tamat, ” kata Max Keiser, seorang analis pasar di Paris.

Skenario kiamat ini hanya akan terjadi di AS dan Inggris, di mana masyarakatnya hidup dari uang pinjaman dari generasi ke generasi, ” tukas Keiser.

Allister Heath, editor surat kabar finansial London’s City A.M menambahkan, ketika bank-bank besar seperti Lehman mengalami kebangkrutan, yang terkena dampaknya juga masyarakat kecil, termasuk para pensiunan yang mempercayakan uang pensiunnya diinvestasikan di bursa-bursa saham yang kebanyakan ditanamkan di sektor perbankan. Selain itu, kata Heath, ribuan orang juga akan menjadi pengangguran.
Pada akhirnya, situasi ini akan menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat pada lembaga keuangan termasuk pada pemerintah dengan sistem perekonomian neo-liberalnya yang ternyata rapuh. Sebuah gambaran yang tragis bagi sebuah imperium bernama AS, yang selalu sesumbar dengan sistem perekonomian kapitalis yang disebarkannya ke seluruh dunia, ternyata tak mampu menolong perekonomian di negerinya sendiri ketika terancam kebangkrutan. Bagaimana, masih silau dengan gemerlapnya Amerika Serikat?

Baca Selengkapnya......

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner


ShoutMix chat widget
Please enter your username and password to log in elvancyber page!


Widget edited by elvancyber

Bagaimanakah kesan anda terhadap elvancyber ?

The Cyber Of Cummunity

Rhakateza :: Blog orang Biasa

situs M Shodiq Mustika

salam ukhuwah - elvancyber - 2008 - elvancyber