cyber warriors reveal the truth
Tampilkan postingan dengan label Exspresi Laskar Cyber. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Exspresi Laskar Cyber. Tampilkan semua postingan

15 Maret 2010

Momentum hangat penggagas solidaritas perempuan


“Selamat hari ibu, selamat bagi para perempuan pembela bangsa, pionir hati bagi umat, pencetak pemimpin ulung yang beradab dan berilmu”

Berawal dari pesan singkat yang masuk bertubi-tubi ke memory handphonku yang dipenuhi dengan puluhan pesan berbunyi selamat hari ibu, l love you moom, I love you forever dan lain sebagainya. Sepontan saja yang tadi tidak tahu menahu akan keistimewaan hari ibu atau apalah persepsi para anak tehadap datangnya hari ibu ini, membuat saya bingung membaca pesan-pesan tersebut. Sehingga, kesan saya, hari itu adalah hari bagi para ibu-ibu(mother’s day) suatu hari dimana peran dan gerakan perempuan bangkit untuk dapat berkiprah memajukan bangsa dengan mendidik dan membina para pemuda pemudi Indonesia. Hanya itu saja yang saya pahami ketika mendapatkan banyak suguhan dan selamatan atas datangnya hari ibu. Sekilas menarik untuk diperingati dan direnungkan betapa besar jasa-jasa perempuan dalam pergerakan bangsa.
Perempuan disini indentik dengan seorang sosok ibu, karena ibu yang melahirkan, menyusui, medidik, menjaga dan ibu yang berperan aktif dalam keseharian para pemuda pemudi bangsa. Pengorbanan serorang pionir ummat dalam membentuk karakter umat , menciptakan pemimpin bangsa yang berbudi luhur, dengan asuhan seorang sosok ibu yang tak mengenal lelah ataupun putus asa dalam membimbing anaknya. Seorang ibu adalah tumpuan masa depan umat, masa depan generasi baru bagi berlangsungnya pilar kehidupan yang damai, tentram dan berkeadilan.
Tanggal 22 Desember sangatlah tepat sebagai momentum hari besar kaum perempuan, dimana, pada saat ini bertepatan dengan keadaan Indonesa yang sangat haus akan sentuhan kasih sayang seorang ibu. Peran perempuan dinafikan, perempuan diadili dengan ketidakberdayaannya berada dalam keadaan labil terhadap eksistensi seorang wanita.
Wacana masyarakat saat ini terbentuk atas dasar paradigma rasional, memandang perempuan hanya berdasar sebatas mana manusia berfikir, bahkan menjadikan perempuan objek labil dalam kehidupan. Labil berarti perempuan tidak mempunyai masa depan terhadap apa yang dia lakukan apa yang dia lakoni saat ini hingga nanti.
Eksistensi perempuan dimata public semakin diasapi dengan pembatasan hak-hak serta peran perempuan disegala lini kegiatan, dari sinilah perempuan menjadi lemah dimata dunia, perempuan hanya sekedar selaput pembungkus bagi laki-laki dimata public. Padahal selaput pembungkus itu terlahir dari seorang perempuan dan hasil perjuangan seorang perempuan.
Kisahpun berganti dengan meluapnya peran perempuan yang masuk disegala lini kegiatan, pembuktian terhadap eksistensi yang rapuh kepada peran perempuan dimata dunia. Ekspresi dan gerakan-gerakan yang dimotori oleh perempuan bermunculan bahkan mengalahkan eksistensi subjek pada umumnya.
Lahirnya hari perempuan dianggap sebagai salah satu tonggak penting sejarah perjuangan kaum perempuan Indonesia. Pemimpin organisasi perempuan dari berbagai wilayah se-Nusantara berkumpul menyatukan pikiran dan semangat untuk berjuang menuju kemerdekaan dan perbaikan nasib bagi kaum perempuan. Berbagai isu yang saat ini bermunculan adalah persatuan perempuan Nusantara, pelibatan perempuan dalam perjuangan melawan kemerdekaan, pelibatan perempuan dalam berbagai aspek pembangunan bangsa, perdagangan anak-anak dan kaum perempuan, perbaikan gizi dan kesehatan bagi ibu dan balita, pernikahan usia dini bagi perempuan, dan sebagainya. Tanpa diwarnai gembar-gembor kesetaraan jender, sehingga para pejuang perempuan melakukan pemikiran kritis dan aneka upaya yang amat penting bagi kemajuan bangsa
Tokoh tokoh pionir wanita mulai merembak dalam lingkungan public, baik social budaya dan politik. Sepak terjang mereka tidak terelakan dengan kiprah yang berkembang menuju sebuah kinerja yang multi dan bermanfaat bagi semua lapisan.
Keadaan pun semerbak berubah dengan etos kinerja yang ditunjukan kaum perempuan, perempuan mulai dihargai, perempuan mulai diberi posisi yang terhormat dimata public bahkan perempuan dapat menjadi sosok pemimpin pada saat sekarang ini.
Tidak hanya sebatas itu saja, deklarasi yang dikumandangkan pada kongres perempuan pertama di Yogyakarta 1928 menunjukan bahwa begitu besar peran perempuan dalam mendidik generasi-generasi penerus bangsa, mulai dari melahirkan, mendidik dan menjaga agar kelak dapat menjadi khalifah fi al-ardl. Perempuan tidak hanya menjadi ibu bagi generasi bangsa tetapi dapat menjadi ibu bagi Negara.
Maka dengan diperingatinya hari besar dan istimewa bagi seorang perempuan yang mana disini dilebelkan dengan seorang sosok ibu, perlu adanya perubahan paradigma social dalam rangka meningkatkan mutu kualitas, ahlak dan tanggung jawab anak didik untuk menjawab tantangan zaman, tidak hanya bagi laki-laki begitu juga bagi perempuan. Peran, perjuangan dan pergerakan perempuan perlu kita hargai dalam wujud pengabdian kepadanya, rasa terima kasih dan kasih sayang. Dengan momentum hari bahagia ini marilah kita kembalikan solidaritas perempuan dimata public dan menguatkan peran perempuan sebagai ibu bagi diri kita masing-masing dan juga ibu bagi Negara.

Baca Selengkapnya......

Bom Media


Baru-baru ini marak isu-isu global terhadap citra media dimata public, berupa sebuah opini yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat. Segala aktifitas social, ekonomi, politik dan budayapun dapat terekam oleh media khusunya media elektronik. Masyarakat dimanjakan oleh media. Media tidak mengenal jarak ataupun batasan-batasan dalam memberikan sebuah berita apalagi wacana kontemporer.
Studi kasus terhadap peristiwa yang terjadi dinegara Indonesia, isu-isu politik sangat mudah tertangkap dan diakses masyarakat banyak, apa yang terjadi dalam suatu lembaga baik negara ataupun swasta sangat cepat tersalurkan kepada masyarakat tanpa adanya batasan media dalam mempublikasikan apa yang disajikan.
Peran media dianggap memberikan banyak manfaat karna menyajikan hal-hal yang actual kepada masyarakat secara transaparan. Kebijakan pemerintah terhadap media sangat memerdekakan media sehingga timbul kesan media adalah pahlawan sang penyelamat dan pengungkap kebenaran(reveal the truth)
Setelah ini proyek apa lagi yang ditender oleh kKPK dan lembaga-lembaga negara lainnya. Ungkapan sederhana dari seorang tokoh masyarakat yang menilai negra Indonesia disibukan oleh proyek multi jaringan mengungkap satu terungkap sepuluh. Kata-kata ini sekiranya cocok untuk member gelar kesibukan yang terjadi dinegara ini.
Ketika kasus penyimpangan yang terjadi antar 2 lembaga besar negara yang dianalogikan halya cicak dan buaya, dan sebelumnya telah panas oleh kasus oknum-oknum nyeleneh yang berkeliaran dalam lembaga negara. nyeleneh artinya disini kehilangan keseimbangan terhadap rasa solidaritas dan social dalam jiwa seseorang, yang seperti ini dapat dikategorikan sebagai oknum gila.
Dilanjtukan dengan kasus perseteruan dalam bank century yang hingga saat ini masih belum terungkap kebenaran terhadap hilangnya dana negara yang dikelola oleh bank tersebut. Dan proses ini pasti akan mengungkap jaringan-jaringan yang terkait dengan permasalahan bank century.
Semua hal yang teungkap dan sampai ketelinga masyarakat adalah bentuk kejelian madia dalam melakukan penelitian, pengumpulan data dan bahkan bergelut dalam segala permasalahan yang ada .
Maka dari itu suatu kebenaran dan apa yang terselubung didalam hal-hal yang tabu akan terungkap dengan sendirinya, peran media sebagai fasilitator masyarakat dan pahlawan pengungkap permainan public dapat terealisasi, karna mediavmerupakan cikal bakal terungkapnya segala peristiwa yang berseteru dalam segala lini khusunya lini kegiatan negara dan pemerintah.

Baca Selengkapnya......

Ketika Tuhan Dipertanyakan dan Dipertaruhkan


“I've faced the spatial Rini before entering the work he's right ...... I am not lying” ucap seorang praktisi dalam sebuah perbankan International dalam sebuah film salah satu produksi Negara Amerika, seraya meyakinkan bahwa tugasnya sudah rampung. Akan tetapi rasa tidak puas atas apa yang dilakukan diisbatkan lagi dengan kalimat Demi Tuhan (dengan nama Tuhan) benar sudah kamu kerjakan.
Dari ungkapan kasus diatas, menerangkan bahawasanya, fakta dan realita terhadap suatu argument yang menjawab definisi dan mengungkap kebenaran semakin marak dikalangan masyarakat. Menggunakan identitas atau syimbol dari sebuah keyakianan bukan lagi termasuk wilayah sacral(sacral region), dalam norma keagamaan kata-kata ataupun kalimat tuhan merupakan suatu kalimat yang suci melambangkan keesaaan dan kebesaran sebuah dzat yang maha sempurna dalam Islam, Wallahi, Biismillah, Demi Allah
Bersumpah dengan menggunakan syimbol keagamaan merupakan sebuah janji yang meyakinkan atas apa yang dilakukan dan apa yang ia perbuat dengan jaminan Agama, Symbol dan norma. Nama tuhan(The God), menjadi sasaran empuk sebagai jaminan terealisasinya sebuah janji ataupun bukti dari hasil yang dikerjakan. Inilah benih-benih sesat(seed astray) yang dipengaruhi oleh norma dan prilaku barat, hegemoni barat merasuk deras kedalam pola pikir masyarakat, tidak terkecuali dunia. Karena jajahan dan hegemoni barat merupakan salah satu upaya ultimatum barat dalam menghancurkan dunia Islam(destroy the Islamic world).

Dalam kasus lain nama tuhan dilecehkan dengan menjadikan sebuah ritual pemenggalan manusia pendusta dan penjilat dosa atas ulah tuhan. Bagi mereka, tuhanlah dibalik semua perseteruan sesama manusia dimuka bumi ini(human feud). Kenyataan yang tidak bisa dipungkiri pada zaman moderenisasi saat ini adalah, darah korban tak berdosa, darah segar manusia penuh cinta dan hormat yang memperjuangkan martabat pluralitas demi integrasi antara manusia, yang saling mencintai menjadi sebuah pertaruhan kematian sesama manusia. Keesaan tuhan terhadap apa yang diciptakanya merupakan sebuah bukti yang kongrit atas kenistaan yang dibuat oleh manusia sendiri agar terlepas dari belenggu agama yang meyakini bahwa tuhan adalah cikal bakal kejadian saling membunuh. Jadi mereka meyakini bahwa tidak ada salahnya dan tidak ada dosa untuk menjadikan nama tuhan atau tuhannya sekaligus sebagai sebuah jaminan atau taruhan untuk kepentingan pribadi yang tidak jelas maksud dan tujuannya.
Tuhan bagi mereka hanyalah lebel belaka , yang menuai sebuah perperangan ideology dan fisik antar sesama manusaia yang ia ciptakan. Manusia tidak lagi menjadi sebuah karunia yang abadi, dimana timbulnya rasa saling peduli, mencintai, toleran dan saling membantu, hidup dalam lingkup kebebasan yang tanpa batas, meyakini realitas hidup adalah tumpu dari tujuan hidup didunia.
Menurut Karen Armstrong ''cara pandang barat terhadap realitas tuhan adalah awal Barat mengembalikan jati dirinya, saat pribadi Yesus telah mengubah agama Kristen dalam pemikiran Barat menjadi individu yang disembah secara alamiah. Dalam pandangan para penganut agama, Tuhan diubah menjadi pribadi atau Tuhan dalam gambaran individu yang telah mengorbankan darahnya bagi seluruh kesalahan mereka yang telah dan yang akan datang.'' Akan tetapi keyakinan atas pengorbanan barat terhadap tuhan mereka hanyalah sebuah bingkai cerita yang lampau bagi mereka, hingga akhirnya barat terjatuh kedalam kubangannya sendiri. Merealitaskan pengorbanan tuhan dan mendustakan tuhan mereka sendiri dengan pola pikir kebebasan, tuhan bagi mereka adalah syimbol umum bagi sebuah agama.
Fenomena penistaan tuhan atau agama lebih umumnya dapat mencemarkan identitas dari sebuah wujud keberagamaan, apalagi pelecehan terhadap nama tuhan yang dijadikan syimbol dari sebuah perbuatan keji. Ungkapan-ungkapan tuhan yang terkesan menjadikan lafadz suci itu sebagai taruhan bagi mereka merupakan suatu ungkapan yang bijak bagi sebuah subjek pencetus objek. Inilah yang terjadi dalam tatanan agama dan kehidupan, dimana subjek sangat rentan pengaruhnya atas pemikiran ala barat.
Sesungguhnya pemikiran Barat modern(modern Western thought) tidak mampu mempersembahkan tafsir materi atau rasio apapun terhadap kebesaran dan keesaan tuhan dalam sebuah agama, tidak ada interpretasi realitas yang meyakinkan, kecuali dengan melempar celaan dan kebencian terhadap tuhan dan agama. Kejumukan barat terhadap agama khusunya agama Islam menjadikan sebagian aliran kiri barat melepaskan diri dari belenggu agama sehingga menjadi atheis (anti agama, anti tuhan) atau ne croient pas en Dieu et la religion dalam bahasa prancis, tuhan bagi mereka adalah diri mereka sendiri, mereka penunjuk masa depan dan penentu taqdir. Tuhan hanya bertugas untuk menciptakan selebihnya adalah tugas manusia dan ketika manusia telah berada pada posisi kehidupan yang nyata, selesailah tugas tuhan sehingga mereka mengatakan tuhan pension(dieu de la retraite).
Kembali lagi barat terselubung ke dalam kubangannya sendiri, barat mengatakan tuhan pension, akan tetapi sejatinya mereka masih tetap memakai nama tuhan sebagai jaminan atau taruhan dalam hidup mereka, walaupun sekedar sebutan, namun apa yang mereka ucapkan dapat menjadi bukti, bahwa, tuhan bagi mereka sejatinya tidak pension namun dapat menjadi jaminan atau hal yang dipertaruhkan. Dimana letak logika barat saat ini, mereka menafikan logika dalam berimajinasi, mereka jongkok dibawah pola pikir mereka sindiri. Sebenarnya ada apa dengan barat, ataukah ini hanya strategi bagi mereka atau sebuah argument yang sungguhan.
Maka, dari pada itu semua, dengan rancunya pola piker barat yang dalam hal ini cara pandang(worldview) dan ideology, menunjukan kekeliruan dan kemunafikan barat terhadap realitas keagamaan yang memandang tuhan hanya sekedar syimbol, dan agama adalah wadah pembelenggu kebebasan manusia semata. Inilah-benih benih hegemoni barat yang harus dengan sigap dicermati dan dibentengi dengan pola piker dan pandangan hidup Islam karena Islam adalah ilmu dan peradaban.

Baca Selengkapnya......

Bom Ideologi


“Hampir tiba saatnya, umat manusia (musuh Islam) akan mengepung dan memperebutkan kalian seperti sekelompok orang rakus berebut makanan diatas nampan“. Demikian peringatan nabi Muhammad SAW kepada ummatnya. Apa yang dikhawatirkan Nabi tersebut sudah terbukti, umat Islam telah menjadi kue rebutan para kolonialis, dikepung dari berbagai arah baik dalam bidang ekonomi, politik, militer, budaya maupun ideologi pemikiran.
Dari berbagai ideologi global yang saat ini mendominasi dunia, bisa ditarik benang merah yang mengaitkan satu dengan lainnya. Yang satu menjadi induk bagi cabang lainnya, yang satu menjadi batang bagi tunas lainnya. Dan semua bermuara pada gerakan Yahudi internasional ( Zionisme ). Zionisme atau shuhyoniah yang diarsiteki oleh tokoh Yahudi Austria Theodor Herzl, adalah reinkarnasi dari Massonary (Freemasonry ) sebuah gerakan Yahudi bawah tanah, terorisme yang sulit dilacak, karena memiliki kontrol organisasi yang rapi.
Tujuannya mengupayakan Yahudi untuk mendominasi dunia. Menyeru kepada atheisme, permissifisme dan kerusakan. Zionisme mempunyai jaringan organisasi yang sangat banyak dan kuat, mendominasi perekonomian global, menguasai dana internasional yang dijadikan alat untuk menyetir politik dan ekonomi Negara-negara dunia ketiga, ikut menegendalikan PBB, memperalat amerika dan Negara-negara Eropa untuk mengegolkan ambisi mereka.
Freemasonry yang berarti perkumpulan tukang batu, hanyalah nama samaran agar para tokoh Yahudi leluasa bergerak menjalankan misi mereka. Mereka mempunyai akar sejarah yang panjang, konon sudah didirikan sejak 43 M oleh Herodes Agripa I. Kegiatan mereka pada awalnya adalah memusuhi orang-orang Kristen, menyiksa, mengusir dan membantai mereka, hingga akhirnya merusak bahkan merubah doktrin utama ajarannya. Mereka juga berupaya merusak ajaran Islam lewat Abdullah bin Saba’ yang mempelopori munculnya Syiah Ghulat, sekaligus untuk memecah belah kekuatan Islam. Disamping aktif menyebarkan cerita dusta ( isroiliyat ) untuk menodai kemurnian Islam.
Tahap kedua gerakan Massonary dimulai tahun 1770 M, berhasil merekrut ribuan tokoh politik dan ilmuan dunia yang tertipu propaganda mereka. Dengan pandai mereka membonceng gerakan renaissance di Eropa dan revolusi Perancis melalui tokohnya Comte de Mirabeau. Berikutnya mereka aktif memanfaatkan para pemikir yang mempunyai pengaruh kuat di masyarakatnya seperti Jean Jacques Rousseau, Voltaire, Jurji Zaidan dan Karl Marx. Yahudi membonceng gerakan pemikiran dan faham ideology, yang dilandasi filsafat materialisme, yang menjadikan materi sebegai tolok ukur segala sesuatu, mengingkari wujud Allah dan segala yang ghoib. Faham ini dipadukan dengan liberalisme ( kebebasan ) telah melahirkan bayi tangguh dan mendominasi dunia bernama kapitalisme, suatu sistem ekonomi yang filsafat dan politiknya didasarkan kepada azas pengembangan hak milik pribadi dan pemeliharaannya serta perluasan faham kebebesan. Berbagai bentuk tindakan yang egoistik, monopolistik, kekejaman hingga penjajahan lahir dari semangat ini.
Materialisme juga melahirkan anak kembar bagi kapitalisme, yaitu komunisme : sebuah aliran berfikir yang berlandaskan pada materialisme, menafsirkan sejarah berdasarkan atas pertarungan kelas dan faktor ekonomi. Aliran ini berpadu dengan faham atheisme ( mengingkari eksistensi Tuhan ) menebar bencana di muka bumi. Peletak dasar-dasar pemikiran komunisme adalah failusuf Yahudi Jerman yang bernama Karl Marx ( 1818-1883 M ). Teori-teori kominusme yang disusun dalam buku Manifesto Komunis dan Das Capital oleh Marx, telah berhasil diaplikasikan oleh Lenin dalam revolusi berdarah Bolsheviks di Rusia tahun 1917 M. yang dilanjutkan oleh Joseph Stalin ( 1879-1954 M ) keduanya dengan tangan besi, tiranisme, bengis, sadis dan kejam memaksakan faham komunis kepada bangsa Rusia dan kemudian diekspor ke berbagai negri miskin lainnya.
Faham lain yang agak netral dan menjadi partner baik bagi Kapitalisme maupun kamunisme adalah Darwinisme : Sebuah gerakan pemikiran yang dinisbahakan kepada seorang pemikir Inggris Charles Darwin. Pada tahun 1859 lewat bukunya The Origin, Darwin mengupas teori evolusi ( pertumbuhan dan perkembangan makhluk ) yang sangat bertentangan dengan agama. Intinya nenek moyang manusia adalah kera, dengan demikian manusia tidak bisa mengingkari bahwa mereka adalah binatang. Bagi Darwin, teori tentang Tuhan muncul saat manusia masih lemah, sekarang, setelah berevolusi menjadi kuat, manusia tidak lagi membutuhkan Tuhan dan agama. Selain menentang agama, Teori Darwin juga mendorong dan mengesahkan cara hidup model binatang. Diantara ilmuwan yang terinspirasi oleh teori Darwin adalah Sigmund Freud, ahli psychoanalysis berdarah Yahudi Czechoslovakia ( 1856 ) yang mempunyai teori bahwa lebido sexsual ( dorongan sex ) adalah motivasi utama segala aktifitas manusia. Fruedisme ini kemudian melahirkan pola hidup free sex, runtuhnya moral dan lembaga keluarga di masyarakat.
Di sisi lain, setelah Islam mampu menaklukkan Andalusia, serta melabrak Eropa sampai jantung kota wina dan paris, orang-orang Kristen Eropa mulai terbuka matanya untuk mempelajari Islam, kekuatan apakah gerangan yang menggerakkan manusia dalam waktu yang sangat cepat telah menguasai dunia ?. inilah awal dari gerakan orientalisme ; gelombang pemikiran yang mencerminkan studi ketimuran khususnya Islam, dan mencakup peradaban, agama, seni, sastra, bahasa dan kebudayaan. Jerbert de Oraliac (938-1003 M ) adalah seorang pendeta Venezia yang juga belajar tentang Islam di Andalusia dan kemudian menjadi Paus pertama dari Perancis. Orientalisme semakin digencarkan setelah umat Kristen mengalami kekalahan telak dan beruntun dalam perang salib. Hal ini juga tidak lepas dari peranan Yahudi yang ingin memukul kekuatan Islam. Goldziher, sebagai contoh dan sederetan nama lainnya adalah orientalis fanatik berdarah Yahudi. Mereka mempelajari Islam untuk mencari kelemahan umat Islam, membangun persepsi yang salah atas Islam, memutar balikkan fakta, serta membangkitkan aliran-aliran sempalan yang sesat dalam Islam dengan bungkus baru logika. Saat ini para orientalis telah berhasil membangun pusat-pusat studi Islam dan ketimuran di Inggris, Perancis, Amerika, Canada dll dan mendidik ribuan anak-anak Islam dengan pola fikir mereka agar nantinya menjadi propagandis efektif.
Ada sebagian kecil kaum orientalis yang obyektif dan mempunyai jasa atas Islam dengan karya-karya mereka yang besar dan rapi, namun kebanyakan mereka adalah para penghamba penjajahan ( kolonialisme ) yang menyimpan dendam atas kekalahan perang salib. Sejak abad XV bangsa Eropa mulai menjarah dan mengekspansi negri-negri Islam di Asia dan afrika, menindas penduduknya, mengeksploitasi sumber daya alamnya serta menyebar luaskan ajaran Injil mereka ( Glory, Gold and Gospel ). Yang membonceng gerakan ini adalah kristenisasi, untuk merubah peta dunia dari tanda bulan bintang menjadi salib. Jaringan gerakan kristenisasi di Asia dan Afrika sangat solid, dukungan dana mereka tidak terbatas, tangan-tangan kokoh kekuasaan ikut menaungi, segala macam cara mereka tempuh, missionaries militan mereka sangat banyak tersebar di pelosok-pelosok negri muslim. Pendidikan, Pelayanan kesehatan, politik, ekonomi, hingga budaya menjadi garapan mereka.
Kemajuan Barat dalam peradaban materi, sebagi buah dari kapitalisme dan liberalisme menjadi modal untuk menyeret dunia timur ( Islam ) mengikuti arus peradaban mereka. Gerakan ini disebut dengan westernisasi ( proses pembaratan ). Negri – negri Islam yang belum sembuh dari luka penjajahan silau melihat kemajuan materi Barat, hanya membebek saja apa yang diinginkan Barat, seperti beo yang hanya mengulang-ulang ucapan tuannya. Westernisasai ini angat ampuh dengan memanfaatkan anak-anak Islam sendiri, gerakan untuk mengusung pola hidup Barat ini disebut al-ghozwul fikri wasstaqofi, ekspansi pemikiran dan peradaban. Sayangnya yang banyak diadopsi oleh umat Islam adalah hal-hal negatif berupa perilaku yang jauh dari nilai-nilai moral Islam, bukan hal-hal positif yang menjadi pilar kemajuan mereka.
Yang sangat fatal adalah persepsi bahwa Barat berhasil maju karena menerapkan sekularisme ( pemisahan agama dengan negara, materi dan ruhani ), dan selanjutnya ingin menerapkan konsep ini pada Islam. Padahal alqiyas ma’al fariq bathil. Menganalogikan Islam dengan Kristen abad pertengahan adalah satu kesalahan fatal. Sekularisme memang lahir sebagai reaksi atas dominasi gereja yang berlebihan dalam bidang kehidupan, tiran, diktator, menentang ilmu pengetaahuan atas nama agama, para pemimpin gereja telah over acting disamping memang ajaran Kristen sendiri telah mengalami banyak pemalsuan. Setelah terjadi revolusi Perancis masyarakat yang sudah jemu dengan penindasan gereja mendapat angin segar untuk memproklamirkan sekularisme. Ada yang ekstrim sehingga menentang agama habis-habisan dan kemudian menjadi atheis, namun ada juga yang masih moderat, hanya membatasi agama untuk urusan ruhani dan akhirat semata. Orang yang memahami Islam dengan baik tentu tidak akan mempunyai faham sekular, Islam adalah sistem kehidupan yang universal, dan sangat identik dengan ilmu penegetahuan, sehingga tidak ada alasan untuk mendhalimi Islam dengan mengasingkannya dari kancah kehidupan.

Baca Selengkapnya......

22 Februari 2010

Merdeka Secara Islam


Setiap taggal 17 Agustus bangsa ini merayakan acara kemerdekaan(independence of events). Hari yang besar dalam sejarah perjalan bangsa indonesia. Kemerdekaan yang diaraih dengan jerih payah dan pengorbanan para pahlawan bangsa yang tak mengenal lelah dan putus asa bagi kejayaan bangsa. Kemerdekaan yang mereka usung merupakan hak bagi rakyat(rights for people) sebagai mahluk sosial(social organism) rakyat berhak mendapatkan kebebasan, keamanan, kemakmuran dan kesejahteraan yang terlepas dari tekanan dan jajahan bangsa asing, lihat (QS. Al-A’raf : 127, Al-Baqarah : 49 dan Ibrahim : 6) senada dengan apa yang dikatakan Herman Finer dalam Theory and Practice of Modern Government, Finer menamakan Undang-undang dasar sebagai “riwayat hidup suatu hubungan kekuasaan” dan tertera pada paragraf pembukaan Undang-undang Dasar RI "Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan…

"Peristiwa kemerdekaan itu telah lama berlalu, enam puluh tiga tahun lamanya kemerdekaan menyelimuti bangsa ini, halangan dan rintangan yang silih berganti, bencana alam(natural disaster), permasalahan sosial(Social Problem), politik(political problems), ekonomi(economic issues) dan budaya(cultural issues) terus merosot di tengah semakin rendahnya mutu intelektual, mutu penelitian bidang ilmu pengetahuan dan teknologi(lihat : Mencari Autensitas dalam Kegaulan oleh Prof. Dr. Syafi’I Ma’arif) semakin mengahantui masa depan bangsa(the future of the nation). Kemerdekaan yang seyogyanya dirasakan, dinikmati dan diteruskan perjuangannya untuk menuju kemerdekaan yang hakiki bagi rakyat dan negara, seakan hanya peristiwa yang terjadi tanpa asar dan pengaruh bagi rakyat, sehingga menjadikan bangsa ini tidak mandiri, masih menggantungkan nasib kepada negara lain dan kemerdekaan yang diharapkan belum terpenuhi.

Penjajahan itu kembali dengan wajah yang berbeda. Tren penjajahan berkedok dalam bidang pendidikan, ekonomi, politik dan sistem pemerintahan yang masih hingga saat ini dijajah oleh bangsa asing. Penjajahan fisik dan militer memang telah berakhir bagi bangsa ini, tetapi sesungguhnya bangsa ini masih terjajah dengan ketergantungan kepada bangsa asing, sehingga ketergantungan ini berdampak tragis bagi kelangsungan sebuah kemerdekaan negara dan kemerdekaan rakyat sebagai khalifah fil al-ardh.
Secara garis besar kata merdeka berkaitan penuh dengan penjajahan, berarti bebas dari segala macam penjajahan baik fisik maupun batin. Senada dengan itu semua, Islam mengagungkan sebuah kemerdekaan menjunjung tinggi persamaan hak dan kebebasan, dalam Islam kemerdekaan(hurriyah) ialah kebebasan dari tipu daya dan hawa nafsu, kebebasan yang menjadikan hidup dan mati hanyalah kepada Allah dan untuk Allah Swt. Karna dialah sang pencipta, sang penguasa dan yang mengatur apa yang ada dibumi dan dilangit. Manusia harus merdeka sesuai dengan pandangan Islam yang hakiki, seperti apa yang dikatakan oleh Ruba’I bin Amir ketika menjawab pertanyaan panglima Rustum “ Allah Swt. Memerintahkan kami untuk membebaskan manusia dari memperhambakan diri kepada selain Allah dan melepaskan belenggu duniawi menuju dunia bebas dari agama yang sesat menuju keadilam Islam”
Menurut Syed Hasan Alatas; kemerdekaan ataupun kebebasan dalam Islam apabila kiranya seseorang, sesuatu bangsa ataupun sesuatu ummat mendapatkan kemerdekaan ataupun kebebasan dari penjajahan dalam segala bentuk, baik penjajahan lahir maupun bathin. Manusia bebas untuk negatur dirinya tanpa ada kungkungan dari orang lain, dapat berpikri bebas apa yang baik untuk dilakukan bagi diri bangsa maupun ummat seluruhnya tanpa kuatir pada mahluk yang menghalanginya, tiada yang ditakuti selain Allah Swt. Artinya kemerdekaan yang hakiki bagi seorang yang dikatakan merdeka dalam Islam adalah orang yang bahagia secara fisik maupun bathin dan tetap berpegang teguh kepada Al-Quran sebagai landasan hidup dan rasulullah sebagai pedoman dan teladan untuk mencicipi kemerdekaan yang hakiki dan mulia.
Kemerdekaan secara otentik bagi masyarakat dan bangsa untuk mencapai “Baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”, adalah sebuah upaya yang harus diterapkan pada suatu negara, bagaimana suatu negara dapat memberikan rasa aman, kemajuan, kesejahteraan, kedamaian dalam menaungi rakyat. Sehingga apapun yang terjadi baik dalam segi sosial, politik dan budaya dapat terselesaikan. Kunci dari keberhasilan dalam menjalankan kemerdekaan bagi rakyat, bangsa dan negara sesuai dengan syariat Islam adalah terletak pada individu rakyat masing-masing(sa’idun fil dun ya wal akhirah), apabila individu sudah merdeka dalam artian merdeka secara lahiriyah dan bathiniayah, tetap menegakan syriat Islam maka sangatlah mudah bagi negara untuk dapat mencapai sebuah cita-cita Thayyibatun wa rabbun ghafur, kiranya masyarakat dan ummat muslim khususnya mepertimbangankan beberapa hal agar kemerdekaan bangsa yang hakiki ini dapat terjadi.
Pertama : Apabila melihat pada masa kejayaan ummat Islam pada abad 18-19, ummat Islam begitu besar dan sangat kuat sehingga dapat membawa Daulah Al-Islamiyah kepada masa kejayaan, namun jajahan yang bertubu tubi menerobos pertahanan ummat Islam, dan membuat kemunduran kekalahan dipihak Islam. Akan tetapi bangsa penjajah menyadari betapa kuatnya pertahan Islam, dikarnakan niat dan tekad berdasarkan ruh jihad mereka untuk menegakan Agama Allah dan Daulat Al-Islamiyah diseluruh penjuru dunia sangat tidak terbendungkan. Maka kemerdekaan, kebebasan secara individu dimulai dari niat dan tekad memajukan rakyat, bangsa dan negara dengan jihad menegakan syariat Islam dimuka bumi ini.
Kedua : Belajar dari kisah Nabi Ibrahim (Al-An’am 76-79) yang melakukan kegiatan spritual mencari tuhan diakarnakan untuk pembelaan harga diri suatu kaum yang menyembah berhala, patung yang merupakan benda mati dan tidak patut untuk disembah, lihat(QS. Luqman 13, Yusuf 108, Al-Jumu’ah 2) mengenai berhala. Nabi Ibrahim mengaanggap apa yang mereka lakukan dikarnakan ketergantungan mereka kepada leluhur atau adat kaumnya yang salah arah dan tujuan. Imam thabari dalam tarikh ath-thabarinya mengatakan “ Bahwa tidak ada konsep selain Allah, dan semua peribadatan kepada selain Allah adalah bathil” hal ini menjatuhkan martabat seorang manusia yang mempunyai harga diri sebagai khalifah. Seperti sekarang ketergantungan terhadap materialisme dan hedonisme yang dicampuri dengan virus kapitalisme, menjadikan pola pikir masyarakat terjajah. Ideologi pemikiran barat dan produk-produk barat menjadikan rakyat dilema dengan sistem dan situasi yang ada. maka Islam sangat memperhatikan kemerdekaan berdasarkan kebebasan, dan menjaga martabat harga diri sebagai mahluk tuhan yang sempurna tetapi tetap dalam koridor Islam.
Ketiga : Manusia yang hidup dalam perbudakan. Suatu negara dikatakan merdeka dapat dilihat dari perbudakan yang ada dalam suatu negara. Apabila perbudakan itu masih tetap berlanjut maka negara tersebut belum dapat dikatakan telah merdeka, diperbudak oleh aturan, adat dan keterikatan kepada salah satu pihak yang tinggi mempunyai otoriter(freedom from absolutisme) dan kebuakan hawa nafsu duniawi(Shahwat Ad-dun yawi). sebagaimana firman Allah QS.Al-Jatsiyah: 23 “ Adakah engkau melihat orang yang mengambil hawa nafsunya menjadi tuhannya dan Allah Menyesatkannya, karena mengetahui (kejahatan hatinya) dan mencap (menutup) pendengaran dan mata hatinya dan mengadakan tutupun diatas pemandangannya. Maka siapakah yang akan menunjukinya sesudah Allah? Tidakkah kamu menerima peringatan?” Islam mengedepankan aturan, norma dan etika berlandaskan Al-Qur’an, dan rasulullah sangat memberantas perbudakan kepada manusia. Manusia memiliki akal, pikiran dan berhak untuk bersikap dan berbuat berdasarkan rasionalnya. Akan tetapi tidak semua dalam kehidupan didapat secara rasionalitas, banyak hal dalam kehidupan yang sekiranya tidak rasio tapi memihak pada kebaikan, maka dari itu rasional tetap pragmatis berlandaskan aqidah Islamiyah karna inti dari kemerdekaan adalah Tauhid. Menurut Amin Rais dalam karyanya “Cakrawala Islam : antara Cita dan Fakta” Tauhid berarti komitmen manusia kepada Allah sebagai focus dari seluruh rasa hormat, rasa syukur dan sebagai satu satunya sumber nilai.
Menurut hemat penulis untuk menuju kemerdekaan yang hakiki dalam Islam dimulai dari memerdekakan individu meniadakan perbudakan dan mengedepankan 2 aspek penting yaitu merdeka secara lahiriyah dan batiniayah tidak terlepas dari permasalahan dunia tetapi juga akhirat dan merdeka dari ketergantungan, kebuakan hawa nafsu duniawi dengan menjadikan hidup lillahita’ala hanya untuk mendapatkan ridho dari Allah semata, apabila perbudakan telah terhapus dan 2 aspek ini telah terwujud secara otomatis kemerdekaan adalah milik umat manusia, bangsa dan Negara.

Baca Selengkapnya......

16 Juni 2009

Di ballik Ekspresi kelulusan


Tepat pada tanggal 15 Juni 2009, merupakan hari bersejarah bagi pelajar pribumi khususnya sekolah menengah keatas SMA. Senyum bangga bersambut rasa terharu akan kelulusan yang menjadi harapan mereka akhirnya berakhir sudah, penantian selama kurang lebih 3 tahun lamanya. Pengumuman hasil kelulusan siswa ini berjalan cukup dramatis dikarnakan cukup membuat tegang baik para guru maupun siswa siswinya. Disamping itu aparat kepolisian menjadi siap siaga akan hal yang akan terjadi setelah pengumuman, yaitu huru hara para pelajar yang dapat membuat keonaran, di beberapa titik rawan telah menjadi incaran aparat kepolisian.
Pengumuman yang dilakukan secara seksama antara seluruh SMA se-Jawa timur tahun lalu cukup membuat aparat kepolisian kewalahan, karena banyaknya huru hara yang tidak terkendali terjadi di berbagai tempat khusunya ruas jalan yang biasanya dipakai kendaraaan umum menjadi macet akibat ulah keonaran para pelajar. Tahun-tahun sebelmnya huru hara siswa siswi ini seakan menjadi tren pelajar ketika menghadapi kelulusan, kebut kebutan dijalan, konvoi, tidak memakai helm dan bahkan coret-coret
dijalan.
Untuk mengatasi itu semua AKBP SRI SETYO RAHAYU Kabag Bina Mitra Polwiltabes Surabaya mengatakan Polwiltabes Surabaya sudah mengirim telegram ke Polres masing-masing untuk melakukan penjagaan dan pemantauan. Dan juga mengirim himbauan kepada pihak sekolah untuk mewanti para siswa siswinya agar tidak mengekpresikan kelulusannya dengan hal hal yang negatif berlebihan. Pihak kepolisian dalam hal ini akan tetap memberikan sangsi kepada para pelajar yang melanggar, seperti yang dikemukakan AKBP Sri Setyo tidak ada dispensasi baik bagi pelajar maupun pihak yang membuat keonaran apabila nanti melanggar tetap akan dikenakan tuntutan pelanggaran, hal ini dikemukakan dengan tegas didepan para aparat kepolisian daerah Surabaya dan sekitarnya.

Dengan maraknya kerusuhan yang sengaja dibuat siswa, menimbulkan corak negatif bagi pelajar primbumi. Kelulusan yang seyogyanya diapresiasikan dengan kesyukuran yang positif, keberhasilan yang merupakan hidayah dari tuhan samata disambut dengan membuat kerusakan dan mudharat dimana mana. Apakah dengan melakukan tradisi seperti itu akan mendapatkan banyak manfaatnya ? apakah dengan seperti ini masyarakat akan bangga dengan kelulusan para pelajar ?, sekiranya sama sekali tidak karna orang yang ingin maju adalah merubah tradisi yang kurang baik kepada tradisi yang lebih baik bermanfaat bagi diri sendiri dan bagi orang lain. Dan image masyarakat terbentuk pada kontstribusi pejalar yang diberikan untuk meraka, baik berupa pengajaran dan hal-hal positif yang dapat menjadi kaca perbandingan bagi mereka. Secara seksama hal ini perlu diperhatikan oleh para pelajar yang akan menghadapi kelulusan dan para pendidik yaitu guru yang haru terus membimbing dan mengarahkan siswa siswinya kepada hal yang positif, karena sebaik apapun hasil kelulusan yang dicapai apabila ahlak dan etikanya negatif akan tidak menghasilkan bibit unggul bagi diri sendiri masyarakat dan negara. Ekspresikan kelulusan dan rayakan kemenangan dengan berbuat kebaikan dan tidak menularkan kemudharatan, baik tidaknya ungul tidaknya benih yang dilahirkan dari dunia pendidikan dilihat dari etika dan estetika pelajar, semuanya akan baik apabila ahlak yang dididik tertata dengan baik. Baik dalam bermuammalah, baik dalam perbuatan maka itulah keberhasilan dan kelulusan yang real bagi seorang pelajar. Wallahu a’lam bissawab

Baca Selengkapnya......

19 Mei 2009

Tren Budaya Penggalangan Dana


Pada saat matahari siang mencekam dan debu-debu beterbangan hari itu hari kamis 14 Mei 2009. miris kuberpikir sejenak tentang sebuah fenomena budaya masyarakat yang terjadi disekitarku, terdetik pertanyaan dalam hati tentang beberapa orang yang duduk berteduhkan topi yang terbuat dari kulit bambu. Iya mereka adalah para syahid-syahid pejuang islam, berpanasan bercampur debu mereka hadapi untuk mendapatkan bantuan (shadaqah) dari yang melawati perempatan lampu merah guna pembangunan mesjid. Telah berjalan lama aktifitas penggalangan dana mereka lakukan hampir kiranya 2 bulan lebih. Akan Tetapi ada hal yang ingin aku ketahui dengan jihad mereka dan lama waktu mereka menggalang dana "Semegah apa masjid yang mereka bangun" ingin rasanya mengunjungi proses pembangunan masjid tapi apa daya aku hanya sekedar ingin tahu saja tetapi tidak bermaksud apa apa.
Ada hal yang mungkin dapat diambil pelajarannya seperti keseriusan mereka sukarela mereka dan jihad mereka untuk menggalang dana. Tetapi disamping itu banyak hal yang timbul akibat aktifitas meraka, diantaranya timbul image yang tidak sedap di masyarakat, banyak hujatan omongan yang mengatakan bahwasanya itu aktifitas mencari dana yang nantinya juga dimakan sendiri, ada lagi yang berpendapat kok penggalang dananya ganti terus orangnya dan kapan penutupan penggalangan dana bahkan ada image orang yang mengatakan buat masjid kok minta minta di pinggir jalan.
Warna-warni anggapan orang tadi aku anggap sebagai suatu yang membangun bukan sesuatu yang menghujat, permasalahan sebenarnya terletak pada oknumnya. Hal yang mendasari perbuatan dalam islam itu menuju kebaikan hanya saja tergantung kepada yang menjalani ajaran tersebut yaitu oknumnya tadi. Kurangnya pemahaman dan pendalaman tentang islam sehingga menjadikan mereka berwarna warni dalam melaksanakan kegiatan meraka. warna-warni disini termasuk menu-menu kehidupan yang dapat menggambarkan jati diri mereka.
Satu hal yang harus kita sikapi dan kita ambil hikmahnya yaitu Proses penggalangan dana yang mengakar menjadi budaya dan tren masyarakat saai ini, nah kembali ke oknum tadi sebenarnya inti dari permasalahan yaitu oknum yang mengaanggap penggalangan dana untuk pembangunan masjid sebagai bisnis. Kita akui manusia diberi kelebihan berfikir, dengan lebihnya karunia yang diberiakan tuhan sering disalah gunakan yaitu berfikir kearah yang negative. Ini salah satu contohnya, jadi budaya penggalangan dana yang berdalih untuk pembangunan masjid mulai mengisi kawasan-kawasan pereimpangan, pertokoan bahkan instansi-instansi Negara maupun swasta.
Hal ini sangat mengurangi citra Islam dan menggambarkan Islam itu sebagai agama yang tidak punya apa-apa, agama yang terus terporosok dalam hal financial dan pemenuhan kebutuhan. Begitu pula dalam dunia perekonomian aktifitas ini akan melumpuhkan sector real Ekonomi dikarnakan rakyat malas bekerja dan berbuat mereka lebih enjoy untuk meminta-minta dengan menjual nama islam.
Apa yang akan terjadi apabila budaya ini terus berkembang dan mengakar menjadi salah satu sector pendapatan masyarakat. Selayang ku berpikir mungkin nanti akan ada perlombaan penggalangan dana untuk pembangunan masjid. Jadi masyarakat diarahkan untuk bergembira berkompetisi memberikan sumbangan untuk membagun masjid yang paling besar. Saat inilah nilai dan tujuan islam dalam shadaqoh ternodakan islam hanya menjadi objek pencari keuntungan dan citra islam hanya sekedar omongan.
Maka dari itu, bolehlah kita menggalang dana untuk kegiatan keislaman. Seperti yang diajarkan rasul mengajarkan orang untuk bersodaqoh itu perbuatan yang mulia. akan tetapi segala apa yang kita perbuat hanya allah lah yang dapat menilai allah maha melihat dan maha pengasih lagi maha penyayang, teruslah membantu orang banyak ulurkan tangan dan jangan sungkan insya Allah kebaikanmu adalah surgamu.

Baca Selengkapnya......

09 Januari 2009

LOVE IS NOTHING

When you feel down because you didn't get what you want,
just sit tight and be happy,
because God is thinking of something better to give you.
Ketika kau kecewa karena tidak memperoleh apa yang kaukehendaki,
Terimalah dan bergembiralah,
karena Tuhan sedang memikirkan sesuatu yang lebih baik untuk
dirimu.

When something happens to you, good or bad, consider what it means
....
Saat terjadi sesuatu padamu, baik atau buruk, pertimbangkanlah
artinya .....

There's a purpose to life's events, to teach you how to laugh more
or not to cry too hard.
Ada suatu maksud untuk setiap kejadian dalam kehidupan,
mengajarmu bagaimana lebih seringkali tertawa atau tidak terlalu
keras menangis.

You can't make someone love you,
all you can do is be someone who can be loved,
the rest is up to the person to realise your worth.
Kau tidak dapat memaksa seseorang mencintaimu,
apa yang dapat kau perbuat hanyalah membiarkan dirimu untuk
dicintai,
selebihnya ada pada orang itu untuk menilai dirimu.

The measure of love is when you love without measure.
Ukuran cinta adalah saat kau mencintai tanpa batas.

In life there are very rare chances
that you'll meet the person you love and loves you in return.
Dalam kehidupan jarang akan kautemui seseorang
yang kaucintai dan orang itu mencintaimu juga.

So once you have it don't ever let go,
the chance might never come your way again.
Jadi sekali kau memperoleh cinta jangan lepaskan,
ada kemungkinan cinta itu tidak datang kembali.

It's better to lose your pride to the one you love,
than to lose the one you love because of pride.
Lebih baik kehilangan harga dirimu kepada orang yang mencintaimu,
daripada kehilangan orang yang kaucintai karena harga dirimu.

We spend too much time looking for the right person to love
or finding fault with those we already love,
when instead we should be perfecting the love we give.
Kita terlalu mem-buang2 waktu untuk men-cari2 orang yang sesuai
untuk dicintai
atau melihat kesalahan2 pada orang yang telah kita cintai,
dari pada malah seharusnya kita menyempurnakan cinta yang kita
berikan.

Baca Selengkapnya......

03 Desember 2008

Do The Best And Don't Feel The Best



Paradigma yang bermunculan dimasyarakat merupakan alur dari sebuah peradaban, yang mana tenarnya budaya budaya exshibition yang berakar menjadi exshibitionisme, yakni budaya yang menimbulkan rasa bangga dengan apa yang dia punya dan ingin orang semua tau akan apa yang di punya, ini adalah fenomena yang terjadi, secara tidak sengaja faktor ini mempengaruhi pola pikir kalangan masyarakat luas, rasa ingin berekspresi rasa ingin lebih dari segalanya yang tidak diimbangi, menimbulkan ketidakstabilan diri dalam menjalankan tugas sebagai khalifah fi al-ardh....rasa ingin lebih dari segala galanya merupakan hal yang wajar tetapi perlu adanya batasan batasan akan hal tersebut agar adanya keseimbangan diri baik lahiriah maupun batiniah. sangat menarik apabila kita melihat dengan apa yang terjadi sekarang, yaitu terjadinya perlombaan dalam hal bakat dalam hal kreatifitas bahkan dalam hal kekayaan, sejenak melihat akan fenomina ini, tidak ada mudharatnya apabila kita berapresiasi bergelut dalam hal bakat dan kreatifitas tetapi yang menimbulkan mudharatnya apabila terjadi hal yang berlebih lebihan dan tidak terkendali yang akan menimbulkan rasa egoistik yang cukup tinggi, timbul juga rasa fanatik akan kelebihan seseorang apabila ada yang akan melebihi dia bahkan dapat menimbulkan rasa iri hati dengki akan apa yang kita perbuat walaupun bukan itu tujuannya. maka dari itu perlu adanya keseimbangan diri, berbuat dengan sekedarnya dan semestinya tidak belebih lebihan dalam mengekspresikan diri, jadilah dirimu sebenanya itu akan lebih baik bagimu dan juga bagi saudara saudaramu ......be your self and be your best ......

Baca Selengkapnya......

28 November 2008

Hitam dan Putih


apakah hitam itu menakutkan.....
apakah hitam itu mengancam......
apakah hitam itu musibah........

apakah putih itu menyenangkan............
apakah putih itu memberi keselamatan.....
apakh putih itu kedamaian................

woow suatu yang sangat menyenangkan dan spesial terdapat antara hitam dan putih

anggapan terhadap suatu hal yang hitam adalah gelap merupakan penalaran yang inovatif dan energik, mengklaim hitam itu gelap, ini merupakan penalaran yang tidak ada dalam diri apapun selain maunusia, tidak semua pernyataan itu salah dan tidak semua anggapan itu benar, hal yang unik disini kemajuan pola pikir manusia terhadap suatu objek sangatlah deras, hingga berelebih dalam mengklaim suatu pernyataan....
dimanakah peran hati nurani dalam mengiringi majunya pola pikir manusia .....

akan kita bahas dalam episod selanjutnya......

Baca Selengkapnya......

مصلحة الأمة فوق كل مصالح


Mengapa.......

Kenapa.......


Apa........



Semboyan
keadilan bagi diri sendiri di pertaruhkan untuk sebagian hal yang kecil.......


Membela harga diri menjadi hal yang tabu bagi kalangan tertentu
.......

Isme isme bermain di benak benak para pemimpin

menimbulkan hal yang menjadi plan plin
........

Wahai pemuja tuhan ilahi dimanakah dirimu....

dimakah
jati hati nuranimu.....


Apakah bersarang dalam dirimu rasa peduli akan kedamaian, keadilan, kesejahteraan.....

Disaat para pemain kehidupan tak lagi menerka akan kedamaian
........

Tak lagi menerka akan keadilan........

Tak lagi menerka akan kesejahteraan .......

Teriakanlah wahai pujangga dunia akan arti hidup ini dalam kehidupan.....


Kehidupan yang nyata akan dikmat dikmat dunia ......


Semoga kita menjadi pujangga yang mengerti akan hidup dan paham akan kehidupan...



مصلحة الأمة فوق كل مصالح........
إعمل فوق ما عمل

Baca Selengkapnya......

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner


ShoutMix chat widget
Please enter your username and password to log in elvancyber page!


Widget edited by elvancyber

Bagaimanakah kesan anda terhadap elvancyber ?

The Cyber Of Cummunity

Rhakateza :: Blog orang Biasa

situs M Shodiq Mustika

salam ukhuwah - elvancyber - 2008 - elvancyber